Search
Close this search box.
22 Juli 2024

Jalin Silaturahmi dengan Masyarakat, IKIP Budi Utomo Gelar FestaMU

Reportasemalang
Rektor IKIP Budi Utomo memberikan sambutan dalam gelaran FestaMU. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

ReportasemalangKota Malang, Usai sukes menggelar FestaNU pada Jumat (31/3/2023) yang lalu, di dalam bulan Ramadan ini IKIP Budi Utomo (IBU) juga menggelar FestaMU, Selasa (11/4/2023).

Bertempat di Kampus A IKIP Budi Utomo, Festival Takjil ini menghadirkan aneka jenis takjil untuk berbuka puasa. Yang disajikan oleh para mahasiswa IBU dari berbagai daerah.

Rektor IKIP Budi Utomo, Assoc Prof Dr Nurcholis Sunuyeko MSi menyampaikan, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah merupakan organisasi besar yang sangat berpengaruh dalam urusan agama di Indonesia. Karena itu, pada bulan Ramadan kali ini IKIP Budi Utomo menggelar FestaNU yang bisa diartikan Festival Takjil Nahdlatul Ulama dan bisa juga diartikan sebagai Festival Takjil Nusantara.

Reportasemalang
Sejumlah mahasiswa menjual aneka takjil di FestaMU. (Foto: Agus N/reportasemalang)

“Karena banyak diikuti oleh para Mahasiswa dari masing-masing daerah yang menyajikan berbagai hidangan untuk takjil,” ujarnya.

Kemudian pada hari Selasa ini, IKIP Budi Utomo juga mengadakan FestaMu yang bisa dikonotasikan sebagai Festival Takjil Muhammadiyah. Atau bisa juga diartikan sebagai Festival Takjil Masyarakat Umum, karena menyertakan masyarakat umum yang ada di lingkungan kampus IKIP Budi Utomo.

“Jadi masyarakat umum di sekitaran Kampus A IKIP Budi Utomo yang dipandegani oleh Ketua RT dan Ketua RW, untuk menikmati semua hidangan yang dimunculkan oleh para mahasiswa dari berbagai daerah. Bahkan dari luar Negeri juga ada,” ungkapnya.

Menurut Nurcholis, kegiatan ini sesungguhnya merupakan cara IKIP Budi Utomo untuk bisa menjalin silaturahmi dan kerjasama, agar masyarakat juga merasa memiliki IKIP Budi Utomo. Termasuk juga terkait dengan bagaimana supaya IKIP Budi Utomo ini terus berlanjut sebagai perguruan tinggi yang peduli kepada masyarakat.

“Di dalamnya adalah peduli terhadap bagaimana meningkatkan atau mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu di dalam itu juga diselingi oleh aspek-aspek budaya yang menyangkut semua jenis makanan yang ada di Indonesia,” tuturnya.

“Tapi yang lebih penting bagi IKIP Budi Utomo adalah bagaimana supaya hubungan NU dan Muhammadiyah ini bisa semakin cair,” tandasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut IKIP Budi Utomo juga menyerahkan bingkisan kepada sejumlah mahasiswa yang tidak pulang ke daerahnya. Tanpa memandang latar belakang Suku dan Agamanya. (Agus N)