Search
Close this search box.
13 Juli 2024

Jadi Keynote Speaker Seminar Nasional, Ketua PS SMONAGENES Paparkan Hasil Riset Beras Berpigmen

Reportasemalang
Ketua Pusat Studi (PS) SMONAGENES Universitas Brawijaya, Prof. Fatchiyah., M.Kes., Ph.D. bersama tim. (Foto: Ist/reportasemalang)

Bagikan :

ReportasemalangKota Malang, Penyakit metabolik dan degenerative sebenarnya dapat diatasi dengan pengaturan nutrisi makanan. Utamanya konsumsi beras berpigmen yang kaya akan senyawa bioaktif.

Hal ini disampaikan ketuan Pusat Studi (PS) SMONAGENES Universitas Brawijaya, Prof. Fatchiyah, M.Kes., PhD., saat menjadi keynote speaker utama di 1st International Research Network-International Conference (IRN-IC 2022) on Plant Phenolics for Prevention and Treatment of Cancer and Neurodegenerative and Inflammatory Diseases, bulan lalu.

Disampaikan Prof. Fatchiyah, sudah lebih dari 3 tahun belakangan ini, ia telah melakukan riset beras berpigmen di Indonesia.

Menurutnya, beras hitam mengandung senyawa bioaktif antosianin yang berfungsi sebagai antiobesitas.

“Sedangkan beras ungu yang diprediksi persilangan beras hitam dan beras putih mengandung senyawa asam ferulat yang berfungsi untuk mencegah penuaan dini,” jelasnya.

Selain itu beras merah juga mengandung senyawa bioaktif cyanidin yang berfungsi sebagai antidiabetes melalui penghambatan AGE-RAGE dan aktivitas glucosidase. Bahkan, kulit beras merah mengandung senyawa bioaktif fenolik berupa pinocembrin sebagai antiinflamasi, antioksidan dan antibakteri.

“Jadi dapat disimpulkan penyakit metabolik dan degenerative, dapat diatasi dengan pengaturan nutrisi makanan, utamanya konsumsi beras berpigmen yang kaya akan senyawa bioaktif,” tandasnya.

Sedangkan, pada bulan Agustus ini, Prof. Fatchiyah, M.Kes., PhD. kembali menjadi keynote speaker pada 4th International Seminar on Smart Molecules of Natural Resources (ISSMART)-Asian Federation of Biotechnology (AFOB) 2022.

Pada seminar tersebut, Prof. Fatchiya memaparkan materi dengan judul “Overview Exploration of Natural Bioactive Compounds as Antioxidant, Anti-inflammatory, and Antiaging for Healthy Cells Nutrition.

Menurutnya, sel sehat menyediakan struktur bagi tubuh, mengambil nutrisi dari makanan, mengubahnya menjadi energi, dan melakukan fungsi khusus.

“Karena itu makan makanan yang sehat dapat membantu menjaga sel-sel sehat. Mengurangi resiko mengembangkan penyakit kronis dan mengendalikan gangguan metabolisme,” terangnya.

Dijelaskan, sel membutuhkan nutrisi yang tepat untuk proses regulasi metabolisme pada tingkat sel. Nutrisi seluler membantu menghilangkan racun aktif dalam sel dan mampu menyerap semua nutrisi penting yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan baik.

Indonesia memiliki berbagai jenis flora dan fauna yang mengandung senyawa bioaktif dan metabolit sekunder yang bernilai gizi tinggi dan dapat direkomendasikan sebagai pangan fungsional. Kandungan senyawa bioaktif atau metabolit sekunder yang berasal dari varietas lokal memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antiobesitas, antiinflamasi, antipenuaan, atau fungsi lain yang memiliki manfaat sehat untuk mengendalikan mekanisme seluler.

Konsumsi energi membatasi umur panjang, perubahan terkait usia dikaitkan dengan ketersediaan energi terutama dari mitokondria dan penurunan fungsi mitokondria. Perubahan tersebut disebabkan oleh penurunan volume, integritas, dan fungsi DNA mitokondria akibat akumulasi mutasi dan kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh spesies oksigen reaktif (ROS).

“Selain itu, sirtuin mamalia (SIRT1-7) mengontrol nutrisi yang terkait dengan respons fisiologis terhadap diet dan olahraga. Dan ekspresi SIRT1 yang tinggi dalam jaringan setelah pembatasan kalori dapat menjadi faktor yang mempengaruhi perpanjangan hidup pada spesies yang beragam,” jelasnya.

Disebutkan, dalam penelitian ini akan fokus pada eksplorasi senyawa bioaktif alami sebagai antioksidan, anti inflamasi, dan antiaging untuk nutrisi sel yang sehat. Beras berpigmen Indonesia terdiri dari banyak varietas, seperti coklat, merah, ungu, dan hitam. Karena kaya nutrisi dan nutraceutical antioksidan, varietas beras berpigmen memiliki potensi untuk meningkatkan kesehatan manusia dengan mengelola berbagai gangguan metabolisme.

“Baru-baru ini penelitian kami menunjukkan bahwa model tikus dislipidemia yang diberi diet ekstrak beras hitam berhasil mengurangi kerentanan jalur molekuler terhadap dislipidemia. Selain itu, antosianin beras merah Indonesia menunjukkan fungsi anti-oksidan dan anti-diabetes yang mencegah interaksi AGEs-RAGE, dan asam ferulat beras ungu Indonesia diindikasikan berpotensi sebagai antimikroba, antiinflamasi, dan antipenuaan,” pungkasnya. (Agus N)