15 April 2026

Hasil Surveillance Visit: FMIPA UB Konsisten Jalankan Manajemen Organisasi Pendidikan SNI ISO 21001:2018

Hasil Surveillance Visit: FMIPA UB Konsisten Jalankan Manajemen Organisasi Pendidikan SNI ISO 21001:2018
Pelaksanaan Surveillance Visit SNI ISO 21001:2018

Bagikan :

Reportasemalang – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya (UB) menjalani surveillance audit pertama setelah proses resertifikasi Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan ISO 21001:2018 pada tahun 2025. Audit ini menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi penerapan sistem penjaminan mutu pendidikan di lingkungan fakultas.

Tim Auditor dari PT Mutuagung Lestari Tbk, Rakhma Indah Kurniasih menilai, penerapan Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan berbasis ISO 21001:2018 di FMIPA UB secara umum telah berjalan konsisten. Audit tersebut mencakup 18 program studi yang masuk dalam ruang lingkup sertifikasi.

Menurut Rakhma, dari hasil audit tidak ditemukan temuan major atau ketidaksesuaian besar dalam penerapan standar tersebut. Beberapa masukan yang disampaikan lebih bersifat minor dan berkaitan dengan konsistensi dokumentasi serta proses peninjauan.

“Secara umum saya sudah mendapatkan keyakinan bahwa penerapan sistem manajemen organisasi pendidikan ISO 21001:2018 masih berjalan konsisten di FMIPA UB dengan ruang lingkup 18 program studi. Dari total 19 program studi yang ada, saat ini baru 18 yang masuk dalam lingkup audit,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah catatan minor yang disampaikan sebagian besar berkaitan dengan proses pencatatan dan dokumentasi kegiatan yang sebenarnya telah dilakukan oleh masing-masing departemen atau program studi. Namun dalam beberapa kasus, bukti pendukung belum terdokumentasi secara lengkap.

“Kadang kegiatan sebenarnya sudah dilakukan, tetapi lupa dicatat atau bukti pendukungnya belum diserahkan. Padahal dalam sistem manajemen mutu, auditor perlu melihat bukti objektif, misalnya berupa dokumen, foto, atau rekaman digital lainnya,” jelasnya.

Foto bersama peserta Surveillance Visit SNI ISO 21001:2018

Menurut Rakhma, kondisi tersebut merupakan hal yang cukup umum terjadi dalam proses audit organisasi. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar setiap kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan standar manajemen mutu didokumentasikan dengan baik sebagai bagian dari sistem pengendalian mutu.

Ia juga menegaskan bahwa proses audit bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan memastikan standar yang telah ditetapkan benar-benar diterapkan secara konsisten.

“Tujuan audit bukan mencari kesalahan atau ketidaksesuaian, tetapi memastikan pemenuhan standar. Kami datang untuk memotret sejauh mana sistem itu dijalankan dan bagaimana bukti implementasinya,” katanya.

Rakhma turut mengapresiasi komitmen pimpinan FMIPA UB dalam mendukung penerapan sistem manajemen organisasi pendidikan tersebut. Hal itu terlihat dari berbagai kegiatan yang telah direalisasikan serta keterlibatan langsung pimpinan dalam proses audit.

“Komitmen pimpinan FMIPA sangat baik dan tinggi dalam mendukung penerapan sistem ini. Kesediaan pimpinan untuk diaudit dan mendampingi proses audit menjadi salah satu indikator kuat dukungan tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Jaminan Mutu (GJM) FMIPA UB, Darmanto menjelaskan, sebelumnya lingkup audit ISO hanya mencakup lima program studi, yakni Sarjana Statistika, Sarjana Matematika, Sarjana Fisika, Sarjana Kimia, dan Sarjana Biologi. Namun, pada proses resertifikasi tahun 2025, lingkup tersebut diperluas secara signifikan.

“Awalnya area audit hanya lima program studi. Pada resertifikasi 2025 kami menambah lingkup audit menjadi 18 program studi di FMIPA, termasuk program magister dan doktor,” ujar Darmanto.

Ia menambahkan, dalam sistem sertifikasi ISO terdapat mekanisme audit surveillance yang dilakukan setiap tahun untuk memastikan penerapan sistem manajemen mutu tetap berjalan konsisten. Hal ini berbeda dengan proses akreditasi yang biasanya dilakukan setiap lima tahun sekali.

“Kalau akreditasi visitasi lapangan dilakukan lima tahun sekali. Sementara dalam sertifikasi ISO, resertifikasi dilakukan setiap lima tahun, tetapi setiap tahun tetap ada surveillance audit atau kunjungan lapangan,” jelasnya.

Ketua GJM FMIPA UB, Darmanto

Dalam audit surveillance pertama ini, tim auditor melakukan sampling terhadap enam program studi, yaitu Sarjana Ilmu Aktuaria, Sarjana Sains Data, Sarjana Instrumentasi, Magister Kimia, Magister Biologi, dan Doktor Ilmu Fisika. Yang dilakukan mulai Senin hingga Jumat, (2-6/3/2026).

Darmanto juga menjelaskan bahwa berbeda dengan akreditasi yang menghasilkan nilai numerik, audit sertifikasi ISO lebih menekankan pada evaluasi kesesuaian sistem mutu dengan standar yang ditetapkan.

“Dalam sertifikasi ISO tidak ada nilai angka seperti akreditasi. Biasanya auditor memberikan saran atau masukan terkait apakah mutu layanan di FMIPA sudah sesuai dengan standar ISO dan apakah sertifikasinya dapat diperpanjang,” katanya.

Melalui penerapan ISO 21001:2018, FMIPA UB berharap setiap program studi mampu menunjukkan kualitas pendidikan yang berstandar internasional serta diakui secara luas, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Beberapa aspek yang menjadi fokus pemeriksaan auditor antara lain kurikulum, proses pembelajaran, kualitas lulusan, sistem penerimaan mahasiswa, hingga ketersediaan fasilitas pendukung.