Search
Close this search box.
14 Juni 2024

Hadirkan Jaz Hayat, SMA Katolik St Albertus Kembali Gelar Dempo Fair XLIV

Reportasemalang
Penampilan penyanyi Jaz Hayat. (Foto: Ist/reportasemalang)

Bagikan :

ReportasemalangKota Malang, Setelah sempat vakum dua tahun akibat pendemi Covid-19, SMA Katolik St Albertus (SMA Dempo) Kota Malang kembali menggelar Dempo Fair XLIV (44).

Dalam kegiatan ini, dimeriahkan oleh pertunjukan seni dari para siswa, aneka games seru serta stan makanan dan minuman. Termasuk juga menghadirkan bintang tamu seorang penyanyi asal Brunei Darussalam, Jaz Hayat.

Turut hadir dalam acara tersebut, Walikota Malang, Sutiaji. Dalam sambutannya, Sutiaji mengaku sangat mengapresiasi gelaran pentas seni yang diinisiasi para siswa SMA Katolik St Albertus.

Reportasemalang
Walikota Malang, Sutiaji menghadiri gelaran Dempo Fair XLIV. (Foto: Ist/reportasemalang)

Menurutnya, acara ini juga menjadi salah satu proses pembelajaran bagi para siswa.

“Terimakasih kepada para siswa yang luar biasa. Sekolah ini telah menjadi inkubasi bagi siswa untuk mengoptimalisasi potensi yang dimiliki,” ucapnya, Sabtu (12/11/2022).

Jika ingin menjadi orang yang berhasil, lanjut Sutiaji, para siswa harus punya idealisme dan keyakinan yang luar biasa bahwa mereka pasti bisa.

“Kalau kita sudah punya keyakinan bahwa kita bisa maka kita harus punya cara strategi bagaimana supaya idelisme kita dan keyakinan kita bisa terlaksana,” tuturnya.

Lebih lanjut Sutiaji juga berpesan agar para siswa SMA Dempo tidak merasa hebat yang pada akhirnya memunculkan kesombongan. Karena saat orang itu merasa hebat, maka disitulah sebetulnya dia justru melakukan kesalahan fatal dan pasti kalah.

“Karena manusia tidak ada yang hebat, yang hebat hanya Tuhan. Kalau kita merasa hebat, berarti kita sudah tidak mau belajar lagi,” ucapnya.

“Prinsip inilah yang harus selalu dipegang oleh para siswa,” tandasnya.

Senada, Antonius Sumardi, Kepala SMAK St Albertus, menyatakan, pelajaran berharga yang diperoleh siswa lewat acara ini adalah mengorganisir kegiatan. Karena mereka harus mampu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan banyak pihak agar acara ini bisa terselenggara dengan baik.

“Ini merupakan laboratorium kepemimpinan bagi para siswa. Pelajaran di kelas mungkin mereka bisa lupa, tapi kalau pengalaman seperti ini tidak bisa dilupakan,” terangnya.

Lebih lanjut, Sumardi mengatakan, pihak sekolah selalu menanamkan semangat Dempo. Yakni D= Doa artinya apapun agamanya harus melibatkan doa di setiap kegiatan. E= Egalitar bersaudara dengan siapa saja. M= Melayani. P=Pekerja Keras, O=Optimis penuh harapan.

“Ini yang selalu kita tanamkan kepada para siswa untuk menjadi calon pemimpin yang punya semangat Dempo,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua OSIS Jose Putra Perdana Taneo menjelaskan, Dempo Fair merupakan kegiatan rutin setiap tahun untuk mengakhiri kepengurusan OSIS SMA Dempo. Hanya saja menurtnya, Dempo Fair sempat vakum selama pandemi.

Disebutkan Jose, ada berbagai pertunjukan seni yang ditampilkan. Termasuk penampilan dari penyanyi, Jaz Hayat.

“Selain itu juga ada stan makanan dan minuman agar para siswa bisa belajar berwirausaha,” pungkasnya. (Agus N)