30 April 2026

Hadir di PKKMB UM, Wamen Diktisaintek Dorong Mahasiswa Aktif Partisipasi Riset

Hadir di PKKMB UM, Wamen Diktisaintek Dorong Mahasiswa Aktif Partisipasi Riset
Wamen Diktisaintek Prof. Stella Christie, Ph.D. memberikan Kuliah Kebangsaan dihadapan ribuan Maba UM. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang – Hari kedua Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek) Prof. Stella Christie, Ph.D. Sebagai pembicara utama Kuliah Kebangsaan di hadapan ribuan mahasiswa baru UM yang hadir di Graha Cakrawala, Senin (18/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Prof Stella mendorong mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan riset yang dilakukan para dosen. Dalam kegiatan riset itulah mahasiswa harus bisa bersama-sama memikirkan pertanyaan dan secara sistematis mencari jawaban dari pertanyaan tersebut. Mampu memberikan apa sebenarnya hasil atau jawaban dari pertanyaan tersebut.

“Dengan cara itu, mahasiswa kita bisa mendapatkan pemikiran, kemampuan berpikir kritis, kemampuan mengambil keputusan dan kemampuan untuk bisa mengatur waktu mereka,” jelasnya.

Wamen Diktisaintek, Prof. Stella Christie, Ph.D. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Menurut Prof Stella, masing-masing Perguruan Tinggi pasti memiliki riset unggula. Karena itu, setiap kali ia dan timnya berkeliling ke berbagai Perguruan Tinggi, pasti menyempatkan untuk mendengarkan paparan riset dari para dosen dan apa yang sudah dilakukan dosen dan juga mahasiswa.

Kalau bapak ibu sekalian sudah melihat bahwa kami sangat sering sekali ke daerah untuk melihat keunggulan-keunggulan dari masing-masing universitas kita yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

“Ada satu yang kita sebut namanya riset lokal, ekonomi lokal. Jadi kita setiap kali saya datang ke universitas saya hampir tidak pernah memberikan kuliah. Ini khusus untuk mahasiswa, tapi untuk ke dosen-dosen tidak pernah, saya merasa saya harus mendengarkan apa yang sudah dikerjakan oleh para dosen-dosen kita, setiap universitas punya keunggulan riset,” ungkapnya.

“Dan ini kami coba datakan, lalu kami kembangkan lewat hilirisasi, lewat kemitraan dengan industri, dan tentu saja juga dengan investasi langsung dari pemerintah. Itu yang kita lakukan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prof Stella mendorong partisipasi swasta untuk memberikan dana riset. Sehingga pihaknya menggandeng erat BUMN dan juga perusahaan baik besar maupun menengah.

“Ada skema dana riset yang dikhususkan yang namanya co-funding. Jadi untuk co-funding ini dana riset seluruhnya untuk peneliti, tetapi harus 15 persen dari perusahaan, 85 persen dari kementerian,” pungkasnya.