30 April 2026

Gelar Wisuda ke-71, Direktur Polinema Tekankan Penguasaan Hardskill dan Softskill untuk Hadapi Tantangan

Gelar Wisuda ke-71, Direktur Polinema Tekankan Penguasaan Hardskill dan Softskill
Wisuda ke-71 Polinema. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar Wisuda ke-71. Yang diikuti sebanyak 1.073 wisudawan dan wisudawati dari jenjang Diploma III, Sarjana Terapan, dan Magister Terapan. Kegiatan berlangsung di Graha Polinema, Sabtu (18/10/2025).

Direktur Polinema, Ir. Supriyatna Adisuwignjo, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan yang telah menyelesaikan studinya di berbagai jenjang pendidikan.

“Ini merupakan proses yang harus kita lewati setelah para mahasiswa menyelesaikan studinya. Kami sampaikan selamat kepada seluruh lulusan, baik jenjang magister, sarjana, maupun diploma,” ujar Supriyatna.

Ia menjelaskan, wisuda merupakan penanda akhir perjalanan akademik mahasiswa sekaligus awal dari perjalanan baru di dunia profesional. Polinema, lanjutnya, terus berupaya menjadi kampus transformatif yang mampu menjawab berbagai tantangan zaman.

“Tuntutan ke depan semakin meningkat, sehingga harus disikapi dengan strategi dan upaya nyata. Salah satunya melalui transformasi kampus, terutama pada aspek Tridarma Perguruan Tinggi,” jelasnya.

Supriyatna menekankan pentingnya keseimbangan antara kompetensi hard skill dan soft skill dalam sistem pendidikan. Kedua hal tersebut, menurutnya, menjadi bekal utama agar lulusan Polinema mampu beradaptasi terhadap perubahan dan perkembangan teknologi yang pesat.

“Kami menekankan pembelajaran yang mendorong kreativitas dan inovasi mahasiswa. Ketika mereka terjun ke dunia kerja, mereka harus siap menghadapi kondisi riil dengan berpikir kreatif, inovatif, dan adaptif,” tambahnya.

Direktur Polinema, Ir. Supriyatna Adisuwignjo, S.T., M.T. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Selain itu, Polinema juga mendorong terbentuknya karakter long life learner atau pembelajar sepanjang hayat. Hal ini penting agar para lulusan tetap mampu mengikuti perkembangan keilmuan dan teknologi yang terus berubah.

“Baik hard skill maupun soft skill harus terus diperbarui. Dunia luar berkembang sangat cepat, sehingga pembelajaran sepanjang hayat menjadi kunci agar lulusan tetap relevan,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Supriyatna menegaskan bahwa kampus tidak boleh menjadi “menara gading” yang terpisah dari masyarakat. Sebaliknya, Polinema berkomitmen menjadikan kampus sebagai bagian dari masyarakat yang mampu memberikan kontribusi nyata.

“Kampus harus hadir di tengah masyarakat dan memberi manfaat nyata. Lulusan Polinema diharapkan tidak hanya meningkatkan taraf keilmuannya, tetapi juga taraf kehidupannya serta lingkungan sekitarnya,” pungkasnya.