Search
Close this search box.
14 Juli 2024

Gali Potensi Atlet Disabilitas, NPCI Kabupaten Malang Siap Gelar MPE

Reportasemalang
Foto bersama anggota NPCI Kabupaten Malang. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

ReportasemalangKabupaten Malang, Merujuk data dari Dinas Sosial (Dinsos), Kabupaten Malang memiliki jumlah penyandang disabilitas sebanyak 13.366 jiwa. Jumlah ini menunjukkan potensi atlet disabilitas yang dimiliki Kabupataen Malang sangat luar biasa.

Karena itu sebagai wadah resmi pembina atlet disabilitas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Malang, merasa perlu untuk menggali dan menemukan bibit atlet yang tersebar di Kabupaten Malang. Salah satunya melalui gelaran Malang Paragame Eksebisi (MPE).

Ketua NPCI Kabupaten Malang, Yulian Agung Effrata menyampaikan, Kabupaten Malang memiliki 12 Sekolah Luar Biasa (SLB) yang tersebar di 33 Kecamatan, 12 Kelurahan dan 378 desa. Sehingga mau tidak mau NPCI sebagai organisasi baru harus melakukan sosialisasi MPE secara door to door.

Ketua NPCI Kabupaten Malang, Yulian Agung Effrata. (Foto: Agus N/reportasemalang)

“Karena memang tujuan dari program ini adalah menggali potensi bagi teman-teman disabilitas di bidang olahraga. Sehingga mereka bisa punya kepercayaan diri,” ujarnya saat konferensi pers di Hotel Tugu, Rabu (22/6/2022).

“Selain itu juga untuk meningkatkan taraf hidup. Karena dengan keberhasilan di bidang olaraga setidaknya bisa membawa kebahagiaan bagi dirinya dan juga keluarga,” tandasnya.

Lebih lanjut, Agung menyebutkan, gelaran MPE ini akan dilaksanakan pada tanggal 17 dan 24 Juli 2022. Bertempat di Stadion Kanjuruhan, cabang olahraga yang dilombakan yakni lari dan renang dengan total hadiah Rp20 juta.

“Usia peserta minimal 7 – 18 tahun dan berdomisili di Kabupaten Malang,” sebutnya.

Sementara itu, Kabid Prestasi Pemkab Malang, Sigit Yuniarto sangat mengapresiasi rencana penyelenggaraan MPE. Pasalnya sebagai warga negara mempunyai hak yang sama, termasuk dalam bidang olahraga.

“Teman-teman difabel jika diberi kesempatan seperti ini, Insyaallah akan meningkatkan rasa kepercayaan diri. Kemudian teman-teman yang lain akan melihat itu sebagai kebanggaan,” tuturnya.

Menurutnya, dengan gelaran MPE tahun ini, harapannya setiap tahun nantinya bisa rutin diadakan agar teman-temab difabel bisa terfasilitasi. Karena dengan terfasilitasi mereka akan sehat, mereka senang maka produktifitas akan tinggi.

“Kami sangat mendukung MPE. Dan di APBD kami ada anggaran untuk NPCI, walaupun anggarannya tahun ini masih kecil. Jadi total untuk satu tahun hanya 250 juta untuk sosialisasi dan lomba-lombanya,” pungkasnya. (Agus N)