5 Agustus 2026

Dosen Matematika UB Latih Guru SMAN 1 Krembung Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Dosen Matematika UB Latih Guru SMAN 1 Krembung Manfaatkan AI
Corina Karim, S.Si.,M,Si.,Ph.D menyampaikan materi mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Analisis Matematika kepada guru-guru SMAN 1 Krembung.

Bagikan :

Reportasemalang – Departemen Matematika Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) terus mendorong transformasi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMAN 1 Krembung, Kabupaten Sidoarjo.

Mengusung tema “Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran Analisis Matematika untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan AI sebagai media pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Marjono, M.Phil., memimpin kegiatan bersama tim dosen Departemen Matematika FSTeM UB yang terdiri atas Prof. Drs. M. Muslikh, Ph.D., Corina Karim, S.Si., M.Si., Ph.D., Ratno Bagus E.W., S.Si., M.Si., Ph.D., serta Dra. Endang Wahyu H., M.Si.

Selama pelatihan, para guru mendapatkan materi, demonstrasi, hingga praktik langsung menggunakan berbagai platform AI dalam pembelajaran Analisis Matematika. Teknologi tersebut diperkenalkan untuk membantu penyusunan bahan ajar, pengembangan media pembelajaran, perancangan asesmen, hingga penyelesaian persoalan matematika secara lebih efektif.

Meski demikian, tim pengabdian menegaskan bahwa AI berfungsi sebagai alat bantu yang memperkuat proses pembelajaran tanpa menggantikan peran guru sebagai fasilitator utama.

Selain pelatihan, Departemen Matematika FSTeM UB dan SMAN 1 Krembung juga menandatangani dokumen kerja sama sebagai komitmen membangun kolaborasi jangka panjang dalam bidang pendidikan, pengembangan kompetensi guru, penelitian, serta pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Kepala SMAN 1 Krembung, Siwi Kuntarsih, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi para pendidik.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Departemen Matematika Universitas Brawijaya. Kegiatan ini sangat membantu sekolah dalam mengenalkan Universitas Brawijaya kepada para guru sekaligus memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pembelajaran,” ujarnya.

Penandatanganan dokumen kerja sama antara Departemen Matematika FSTeM UB dan SMAN 1 Krembung sebagai komitmen penguatan kolaborasi di bidang pendidikan.

Ia berharap kerja sama serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak guru memperoleh penguatan kompetensi digital. Selain itu, Siwi juga berharap lebih banyak lulusan SMAN 1 Krembung melanjutkan studi ke Departemen Matematika Universitas Brawijaya.

Sementara itu, Prof. Marjono menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan Departemen Matematika UB sebagai bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

“Kami ingin berbagi ilmu pengetahuan, khususnya mengenai perkembangan terbaru dalam pembelajaran matematika berbasis teknologi, sehingga para guru memperoleh wawasan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan di kelas,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah sekaligus memperkenalkan Departemen Matematika UB sebagai salah satu pilihan pendidikan tinggi di bidang matematika.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Para guru aktif mengeksplorasi berbagai fitur AI serta berdiskusi mengenai etika penggunaan kecerdasan buatan, teknik menyusun prompt yang efektif, hingga strategi mengintegrasikan AI ke dalam pembelajaran tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis dan kreativitas peserta didik.

Ke depan, Departemen Matematika FSTeM UB berharap sinergi dengan SMAN 1 Krembung terus berkembang melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi pembelajaran yang berdampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan dan kesiapan guru menghadapi era transformasi digital.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi Universitas Brawijaya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi guru, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat pemanfaatan AI dalam pembelajaran, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah.