Search
Close this search box.
11 Juli 2024

Dorong Ekspor, Universitas Ma Chung Hubungkan IKM Kabupaten Malang dengan Pasar Malaysia

Universitas Ma Chung Gelar Business Matching. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang – Universitas Ma Chung mengadakan business matching antara Industri Kecil Menengah (IKM) dari kabupaten Malang dengan calon pembeli dari Malaysia. Bertempat di Ballroom 2 hotel Ijen Suites Kota Malang, Senin (27/11/2023).

Total sekitar 31 IKM Kabupaten Malang hadir secara langsung ke tempat acara membawa berbagai produk unggulannya. Sementara itu, calon pembeli dari Malaysia hadir secara virtual melalui Zoom Meeting.

Agenda ini merupakan bagian dari penelitian terapan jalur hilirisasi tahun anggaran 2023 yang diketuai oleh Rektor Universitas Ma Chung, Dr. Ir. Stefanus Yufra M. Taneo. MS., M.Sc.

Rektor Ma Chung menilai, IKM Kabupaten Malang punya potensi besar untuk ekspor. Namun sayangnya belum ada akses untuk ke pembeli internasional.

Rektor Universitas Ma Chung, Dr. Ir. Stefanus Yufra M. Taneo. MS., M.Sc. (Foto: Agus N/reportasemalang)

“Melalui acara ini, kami mempertemukan calon pembeli dari Malaysia yang bisa memberi informasi produk makanan apa yang dikehendaki. IKM kita bisa penuhi itu, kalau ada syarat yang belum terpenuhi agar dipenuhi,” ujar Stefanus Yufra.

Berdasarkan hasil penelitiannya, Rektor Ma Chung menemukan salah satunya keterbatasan ekspor adalah kapasitas produksi, karena IKM belum mampu produksi massal. Selain itu terkadang belum ada standarisasi kualitas produksi dan bahan baku.

“Kami juga mendampingi IKM Kabupaten Malang agar menghasilkan produk yang memuaskan konsumen. Kita siap dampingi mereka. Kita hubungkan dengan undang pelayanan ekspor Indonesia, yang penting sekarang dilihat dari prospek pasarnya karena pemerintah sudah siap kredit untuk pelaku usaha,” ujarnya

Untuk melakukan ekspor, menurut Stefanus, IKM perlu konsisten dalam jumlah produk, kualitasnya, dan pemenuhan jangka waktu. Selain itu, dalam setiap produk perlu dilengkapi dengan produk knowledge di kemasan.

“Acara semacam ini untuk IKM Kabupaten Malang ini baru pertama. Kami inginnya melanjutkan tahun depan dengan negara lain yang banyak TKI kita di sana. Peluangnya selain Malaysia, Taiwan dan berikutnya Arab Saudi. Untuk sekarang, kita inginkan makanan dan minuman yang bisa ekspor,” tuturnya.

Pelaku IKM Kabupaten Malang menunjukkan produknya. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, S.Sos., M.Si., yang hadir memberikan materi saat acara berlangsung menekankan kepada IKM agar berani ekspor. Apalagi produk makanan dan minuman IKM Kabupaten Malang banyak yang berkualitas.

“IKM kabupaten Malang ini produknya banyak berkualitas sehingga harus berani melakukan ekspor. Ekspor bukan untuk diri sendiri, melainkan kita akan menjadi bagian dari pejuang devisa,” ungkapnya.

Menurut Kadisperindag business matching penting dilakukan untuk mengetahui kebutuhan negara lain. Pihaknya ke depan akan mencari negara tujuan lain dalam rangka business matching lanjutan.

“Jangan takut ekspor, karena produk bapak ibu itu luar biasa. Ada kami dinas kabupaten Malang yang mau mendampingi, ada akademisi, dan ada produk bapak ibu yang diolah dengan kreatif,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu pelaku IKM dari Kecamatan Kasembon, Sri Wahyuni yang merupakan owner produk Sri Tanjung mengaku senang dengan adanya forum ini. Sebelum ini, produknya masih menjangkau pasar lokal saja, belum ke ranah internasional.

“Saya awal produksi 2015, produknya jahe, temulawak, dan alang alang yang didesain kekinian. Forum ini penting agar tahu ekspor, ingin pemasaran kami lebih luas lagi, karena kami ada di Malang paling pinggir,” pungkasnya.