Search
Close this search box.
22 Juli 2024

DIKST UB Bersama Pegasus Tech Ventures Gelar Indonesia Regional Event Startup World Cup 2024

Reportasemalang
Peserta Indonesia Regional Event Startup World Cup 2024. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang – Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains dan Teknologi (DIKST) Universitas Brawijaya (UB) bersama Pegasus Tech Ventures. Menggelar Indonesia Regional Event Startup World Cup 2024 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UB, Kamis (30/5/2024).

Ketua panitia, Inggang Perwangsa menyampaikan, kegiatan hari ini adalah Pitching bisnis dari Pegasus Tech Ventures dari Amerika yang datang ke Indonesia untuk mengadakan kerjasama.

“Ada 3 lokal house selain UB. Ada di Jakarta dan di Bali untuk bisa menyeleksi beberapa talent startup untuk dikompetisikan. Mereka berharap ada satu dari Malang, satu dari Jakarta dan satu dari Bali untuk bisa di kirim ke Amerika untuk berkompetisi,” ujarnya.

Reportasemalang
Penyerahan cindera mata. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Dijelaskan Inggang, untuk regional Malang saat ini masih proses penjaringan. Yang nantinya akan diambil satu untuk di kirim ke Amerika.

“Jadi total ada 54 startup dari regional Malang yang mendaftar. Dari jumlah tersebut kemudian dijaring menjadi 10. Selanjutnya diseleksi lagi dan diambil hanya satu orang yang akan di kirim ke Amerika,” jelasnya.

Bidang startup nya beragam, mulai dari Agriculture, perikanan, peternakan, kreatif industri. Tapi yang pentingnya basisnya mereka punya teknologi dan punya dampak kepada masyarakat.

“Kita berharap ada representasi dari Malang,” tuturnya.

Reportasemalang
Ketua panitia, Inggang Perwangsa. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Prof. Dr. Unti Ludigdo, SE., M.Si, Ak. mengatakan, para startup ini tidak mungkin tumbuh dan berkembang sendirian. Sehingga di situ ada kolaborasi dan sinergi menjadi kata kunci.

“Jangan pernah berpikir dan berkeyakinan bahwa bisa besar tanpa kolaborasi yang kuat dengan yang lain. Karena berkolaborasi dalam suasana sinergi itu yang harus kita bangun,” tuturnya.

Menurutnya, UB sebagai Perguruan Tinggi yang juga mendeklarasikan sebagai entrepreneur university sangat mendukung perkembangan semacam ini. Jadirnya Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains dan Teknologi, sebagai upaya juga untuk penguatan ekosistem inovasi dan entrepreneurship UB.

“Ini menjadi satu tantangan yang sangat besar. Bagaimana inovasi yang banyak ini tidak berhenti pada didapatkannya paten. Tapi bagaimana ini kemudian dapat betul-betul menjadi inovasi yang terimplementasikan menjadi usaha nyata. Sekaligus menjadi satu hal yang betul-betul dapat kita wujudkan untuk kemaslahatan,” pungkasnya.