Reportasemalang – Puncak Dies Natalis ke-71, Universitas Negeri Malang (UM) menggelar sejumlah rangkaian kegiatan. Yang berlangsung mulai pagi hingga malam hari di Graha Cakrawala, Sabtu (18/10/2025).
Rangkaian Dies Natalis UM diawali dengan Pidato Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd serta pembacaan orasi ilmiah oleh Direktur Diseminasi dan pemanfaatan Saintex, Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, M.Si dan Prof. Hadi Nur, Ph.D.
Dalam pidatonya, Rektor UM Prof. Dr. Hariyono menyampaikan, Dies Natalis merupakan sebuah momentum untuk melakukan refleksi dan meneguhkan diri, khususnya dalam proses transformasi menuju Universitas Reputasi Global.
Karena sejak beralih menjadi PT NBH pada tahun 2021, UM telah mendapati babak baru yang menuntut kemandirian, daya saing, dan inovasi tentang dinamika global yang kompetitif. Sebagai proses transisi, dirinya sering menganalogikan dengan aktivitas gimnastik atau olahraga.
Sebab bagi yang lama tidak olahraga, pada saat latihan olahraga yang keluar adalah asam laktat, sehingga tubuh terasa pegal.
“Untuk itulah, dalam proses transformasi ini, kadang-kadang orang takut, keadaannya tidak enak, karena di awal transisi membutuhkan keberanian bagi kita untuk berubah,” ungkapnya.

Universitas Negeri Malang sangat bersyukur sejak tahun 2021, ketika UM menjadi PT NBH secara perlahan tapi pasti banyak yang melakukan perubahan-perubahan tata kelola.
“Termasuk bagaimana kita mendorong keluarga besar UM, keluarga besarnya bisa tetap sehat. Memang kesehatan bukan segala-galanya, tapi segala-galanya tidak punya makna pada saat kita tidak sehat,” tuturnya.
Demikian pula dengan universitas atau institusi harus dikelola dengan sehat, agar pemasukan dan pengeluaran itu tidak lebih banyak pengeluarannya.
Lebih lanjut menurut Prof Hariyono, tantangan-tantangan yang dihadapi di dalam kehidupan ini memang makin menantang.
“Untuk itulah bagaimana kita merealisasikan Tridharma ini secara sehat, adaptif, dan berdampak bagi diri kita pribadi, bagi institusi, bangsa, dan dunia,” ujarnya
Dengan keberanian, kesiapan, dan keteguhan langkah, UM menegaskan komitmennya menuju fondasi individu dan institusi yang sehat. Agar memiliki energi positif yang memungkinkan bisa bergerak lebih cepat, lebih lincah, berinovasi lebih luas,
“Untuk menunjukkan komitmen itulah kita terus mengembangkan langkah-langkah strategis. Antara lain kita menginginkan prodi-prodi yang ada itu bisa terakreditasi dan memiliki kelas internasional,” ungkapnya.
Saat ini ada 43 program studi sarjana yang telah terakreditasi oleh lembaga internasional. Sehingga di tahun ini kita memiliki 13 program studi yang memiliki kelas internasional.
“Kelas internasional maupun akreditasi internasional ini terus kita kembangkan agar kita tetap kokoh dan memberikan layanan kepada masyarakat secara luas dan berkualitas,” pungkaanya