6 Maret 2026

Dies Natalis ke-18, Universitas Ma Chung Kukuhkan Dua Guru Besar FEB

Pengukuhan dua Guru Besar Universitas Ma Chung. (Ist)

Bagikan :

Reportasemalang – Bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-18 bertema “Collective Impact for Sustaining Growth”, Universitas Ma Chung secara resmi mengukuhkan dua guru besar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dalam sebuah prosesi yang digelar di Gedung Balai Pertiwi, Senin (7/7/2025).

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Stefanus Yufra M. Taneo, M.S., M.Sc., menegaskan bahwa sepanjang tahun terakhir, kampus telah menunjukkan kinerja gemilang dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Capaian tersebut meliputi peningkatan jumlah dan mutu penelitian, perluasan kerja sama internasional, hingga penguatan tata kelola serta sumber daya manusia.

“Kehadiran dua guru besar baru ini tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan di kampus, tetapi juga memperkuat reputasi Universitas Ma Chung sebagai institusi yang siap bersaing di tingkat global,” ujar Prof. Stefanus.

Dua guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Pieter Sahertian, M.Si. dan Prof. Dr. Anna Triwijayati, M.Si. Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Pieter membawakan topik “Kepemimpinan Berbasis Nilai-Nilai Budaya: Tantangan Pemimpin di Tengah Keragaman Budaya Global dan Etika Kepemimpinan Digital”, yang merupakan hasil dari refleksi dan interaksi akademik yang mendalam.

Prof Dr Pieter Sahertian, MSi. (Ist)

Sementara itu, Prof. Anna mengangkat tema “Prosumption di Era Kapitalis Digital: Monetisasi atau Kreatifitas?”, yang menyoroti peran ganda konsumen sebagai produsen dalam ekonomi digital berbasis platform.

Acara pengukuhan dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, dosen, mahasiswa, mitra industri, tokoh pendidikan dari dalam dan luar negeri, serta Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, M.M.

Dalam sambutannya, Prof. Dyah menyampaikan bahwa gelar guru besar adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya peran dosen untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan di masyarakat.

Ia juga memaparkan program Kampus Berdampak dari Kemendikti Saintek yang menekankan pentingnya nilai dan hasil nyata dari peran perguruan tinggi dalam pembangunan bangsa, seperti hilirisasi riset, swasembada pangan, hingga pengentasan kemiskinan.

“Profesor yang dikukuhkan harus menjadi nilai tambah luar biasa bagi kampus dan masyarakat,” tuturnya.

Prof. Dyah mengungkapkan bahwa LLDIKTI Wilayah VII mencatatkan prestasi dalam penelitian, pengabdian, serta jumlah organisasi mahasiswa (ormawa) terbanyak di Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap program Kampus Berdampak.

Prof Dr Anna Triwijayati, MSi. (Ist)

Ketua Yayasan Harapan Bangsa Sejahtera, Tee Teguh Kinarto, turut menyampaikan harapannya agar semangat Dies Natalis ini menjadi motivasi baru dalam mewujudkan visi strategis kampus.

“Universitas Ma Chung kini memasuki usia dewasa. Dengan semangat kolektif, kami percaya Ma Chung akan menjadi universitas unggul, pilihan masyarakat, dan mandiri pada 2027,” ujarnya.

Puncak perayaan juga ditandai dengan pemaparan Laporan Rektor, yang mencakup capaian di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, kerja sama, kemahasiswaan, serta publikasi ilmiah dan eksistensi media.

Selama satu tahun akademik, Universitas Ma Chung mencatat lebih dari 125 publikasi ilmiah dan 258 pemberitaan media daring, serta peningkatan signifikan dalam kerja sama internasional.

Pengukuhan dua guru besar ini sekaligus mempertegas posisi Universitas Ma Chung sebagai institusi yang terus tumbuh dan berinovasi melalui dampak kolektif menuju pertumbuhan berkelanjutan.