Search
Close this search box.
14 Juli 2024

Cegah Kasus Kekerasan Seksual, UM Segera Bentuk Satgas PPKS

Reportasemalang
Wakil Rektor Universitas Negeri Malang, Dr. Mu'arifin., M.Pd. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

ReportasemalangKota Malang, Menindaklanjuti Permendikbud No.30 Tahun 2021. Sekaligus upaya untuk menciptakan lingkungan kampus bebas dari kekerasan seksual, Univeritas Negeri Malang (UM) melalui Panitia Seleksi (Pansel) tengah melakukan penjaringan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di tingkat Universitas.

Wakil Rektor III UM, Dr Mu’arifin, MPd menjelaskan, saat ini seluruh perguruan tinggi di Indonesia diharuskan membentuk Satgas PPKS. Dimana sebelum membentuk satgas, ada beberapa fase yang harus lebih dulu dilakukan yaitu membentuk Pansel.

Pansel ini kemudian diuji, ditatar dan dibina dulu. Baru nanti Pansel inilah yang akan membentuk Satgas.

“Di UM sendiri Pansel sudah terbentuk. Dan sekarang UM sudah membuka pendaftaran untuk menjadi Satgas PPKS hingga tanggal 30 Juni 2022. Silahkan siapa saja yang memenuhi persyaratan, bisa mendaftar menjadi Satgas PPKS,” ujarnya saat ditemui di Graha Cakrawala UM, Jumat (24/6/2022).

Menurutnya, hingga saat ini sudah banyak yang mendaftar. Baik dari unsur dosen, tenaga pendidik, bahkan dari unsur mahasiswa juga ada. Jadi tidak didominasi satu jabatan tertentu.

Salah satu tugas Satgas ini nantinya yaitu melakukan sosialisasi terkait peraturan PPKS yang terbaru No 30 tahun 2021. Karena fungsi dari Satgas ini adalah untuk pencegahan.

“Baru nanti kalau ada kasus yang terjadi akan langsung ditangani. Penanganannya nanti akan bersifat yuridis hukum. Dan yang menghukum bukan kampus tetapi dari kementerian,” ucapnya.

“Satgas ini nanti yang menyiapkan semua data-datanya dan dikirim ke pusat. Melalui mekanismenya, secara yuridis dari Kementerian nanti yang akan bertindak,” tandasnya.

Lebih lanjut dikatakan Mu’arifin, sementara ini Satgas ppks hanya akan dibentuk ditingkat Universitas dulu. Dari sini kemudian dilihat apakah memang perlu untuk dibentuk Satgas di masing-masing Fakultas.

“Kalau memang di UM sudah tidak ada masalah ya sudah di UM saja. Kalau ternyata di Fakultas membutuhkan, kami siap untuk memfasilitasi,” pungkasnya. (Agus N)