Search
Close this search box.
13 Juni 2024

Buka Wawasan Siswa, MTs Almaarif 01 Singosari Gelar Pembelajaran Luar Kelas

Reportasemalang

Bagikan :

ReportasemalangKabupaten Malang, MTs Almaarif 01 Singosari kembali melaksanakan Pembelajaran Luar Kelas (PLK). Sebagai upaya memberikan wawasan baru kepada para siswa.

Diikuti ratusan siswa kelas 7 dan 8, kegiatan rutin ini dilaksanakan di dua tempat yakni di Kebun Raya Purwodadi dan di Wisata Petik Madu Lawang.

Kepala MTs Almaarif 01 Singosari, Dwi Retno Palupi, M.Pd menjelaskan, kegiatan PLK kali ini dilaksanakan dalam dua gelombang di dua tempat yang berbeda. Untuk kelas 7 dilaksanakan 8-9 Desember 2022 di Kebun Raya Purwodadi. Sedangkan kelas 8 digelar 13-14 Desember 2022 di Wisata Petik Madu Lawang.

Reportasemalang
PLK, siswa MTs Almaarif 01 Singosari diajarkan cara membuat tempe. (Foto: Ist/reportasemalang)

“Harapan PLK mendatang kegiatannya lebih beragam, lebih aplikatif dan lebih banyak pengalaman yang didapatkan siswa,” ujarnya, Selasa (14/12/2022).

Sementara itu ketua panitia, Khoirul Hudha, M.Pd menyampaikan, untuk PLK kelas 8 ini merupakan kolaborasi antara mapel prakarya dengan IPS. Jadi selain mendapatkan pengetahuan tentang madu secara umum, para siswa juga mendapatkan materi tentang mikrobiologi.

“Mulai dari cara pembuatan yoghurt, tempe dan nata de honey. Termasuk bagaimana ciri-ciri bakteri yang bisa digunakan fermentasi,” jelasnya.

Setelah mendapatkan penjelasan, para siswa dibagi ke dalam 6 kelompok besar. Kemudian mereka langsung praktek membuat yoghurt, tempe dan nata de honey.

“Selanjutnya anak-anak membuat Lembar kerjanya. Dan produk yang dibuat boleh dibawa pulang,” terangnya.

“Kemudian untuk mapel IPS nya diminta untuk membuat bagaimana cara penjualan dan bagaimana nilai ekonomi dari masing-masing produk,” imbuhnya.

Sedangkan untuk PLK di Kebun Raya Purwodadi, para siswa diajarkan bagaimana mengamati berbagai jenis tumbuhan. Dan melaporkannya dalam bentuk tulisan.

Reportasemalang
PLK, siswa MTs Almaarif 01 Singosari diajarkan cara membuat yoghurt. (Foto: Ist/reportasemalang)

“Jadi para siswa melakukan pengamatan jenis tumbuhan. Sekaligus bagaimana menyusun teks laporan hasil observasi,” tandasnya.

Lebih lanjut, Koordinator PLK, Nur Ainy, M.Pd mengatakan, anak-anak terlihat sangat antusias dan senang sekali mengikuti kegiatan PLK ini. Karena merupakan sesuatu yang beda dari apa yang mereka peroleh pada waktu di sekolah.

“Biasanya kalau di sekolah mereka kebanyakan hanya menerima teori. Tapi sekarang mereka langsung bisa praktek. Oh, ternyata seperti ini cara pembuatannya,” ungkapnya.

Selain itu, tadi banyak juga siswa yang mengajukan pertanyaan. Karena ini memang merupakan hal yang baru buat mereka.

“Itu menunjukkan para siswa sangat tertarik belajar di luar kelas,” tandasnya.

Dikatakan Nur Ainy, kegiatan PLK semacam ini sudah rutin dilakukan MTs Almaarif 01 Singosari
mulai tahun 1999. Setiap satu tahun sekali untuk siswa kelas 7 dan 8.

“Untuk lokasi PLK kita berpindah-pindah. Diantaranya dulu pernah ke UM, BPTP, Balitas dan BMKG,” sebutnya.

Nur Ainy berharap, melalui PLK ini diharapkan anak-anak bisa mendapatkan wawasan baru. Selain mempraktekkan apa yang sudah didapat dari teori yang ada di sekolah. Anak-anak juga mempunyai wawasan.

“Membuka wawasan anak-anak agar lebih luas lagi. Ternyata banyak hal yang bisa dipelajari selain di sekolah,” pungkasnya. (Agus N)