Search
Close this search box.
17 Juli 2024

Bimtek Pengelolaan Sampah, Ibu-ibu Cicipi Magot dan Minum Air Hujan

Reportasemalang
Foto bersama peserta Bimtek Pengelolaan Sampah. (Foto: Ist/reportasemalang)

Bagikan :

ReportasemalangKota Malang, Rombongan Ibu-ibu Dharma Wanita Kabupaten Blitar, sore kemarin mengikuti serangkaian acara Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang daur ulang sampah, Selasa (7/3/2023).

Bertempat di Gedung Nuswantara, lantai VII FISIP Universitas Brawijaya Malang. Bimtek ini dilaksanakan guna mendukung target Kabupaten Blitar bebas sampah tahun 2030.

Hadir sebagai narasumber dua orang penggiat lingkungan, Efrida dari Bank Sampah Eltari bersama sang suami, Yusuf. Dan beberapa narasumber lainnya.

Reportasemalang
Peserta Bimtek mencoba produk hasil daur ulang sampah. (Foto: Ist/reportasemalang)

Dalam Bimtek tersebut, Efrida menyampaikan materi terkait pengolahan sampah organik dan berbagai kerajinan daur ulang sampah. Sementara Yusuf menjelaskan persampahan organik biokonversi dengan Magot BSF.

Setelah materi selesai, rombongan Ibu-ibu Dharma Wanita ini berkesempatan untuk mencoba aneka produk kerajinan hasil daur ulang sampah. Tidak sampai di situ, Efrida sebagai narasumber juga mengajak peserta Bimtek merasakan sensasi mencicipi Magot.

“Enak, gurih. Monggo ibu-ibu, ayo dicoba. Tidak usah membayangkan jijik, ini magot kering, sudah digoreng, tidak usah bayar,” ajak Efrida sambil tersenyum.

Awalnya, beberapa peserta tampak ragu. Bahkan, sebagian masih membayangkan jijik. Namun satu-persatu, akhirnya banyak peserta yang mendekat dan memberanikan diri untuk tidak malu-malu mencobanya.

Di antara para peserta yang kemudian mendekati meja tempat demo produk hasil olahan sampah, tampak istri Sekda Kabupaten Blitar, Hartatik Izul Marom dan beberapa istri pejabat dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar.

Selain magot goreng, Yusuf juga menghadirkan hasil sulingan air hujan yang menyehatkan. Air tadah hujan ini, ditabung di berbagai media yang telah disediakan di rumah.

Menurut Yusuf, selama ini, belum banyak masyarakat yang memanfaatkan air hujan untuk ditabung, lalu diminum. Padahal ini sumber air gratis dari Tuhan dan air hujan ini menyehatkan, bisa digunakan untuk terapi penyembuhan penyakit. Untuk menjaga air hujan tetap steril, tabungan air hujan itu lalu disuling untuk diminum.

“Segar, menyehatkan. Monggo ibu-ibu dicoba, dicoba,” ujar Yusuf.

Sejumlah dosen FISIP UB seperti Muzakki dan Mayuko nampak langsung mencoba hasil sulingan air hujan.

“Alhamdulillah, segar sekali. Enak di badan,” ungkap Muzakki.

Semua nara sumber di acara Bimtek itu kemudian ikut mendahului mencoba minum. Baru setelah itu, ibu-ibu mengikutinya, serta para mahasiswa yang ikut memeriahkan acara itu.

Bahkan, Agus Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar yang mengidap sakit paru-paru juga ikut minum air hujan itu.

“Bismillah, jadi obat. Sebenarnya saya ini baru pasang ring tiga beberapa hari lalu,” ungkap Agus.

Di penghujung acara Bimtek yang diselenggarakan FISIP UB bekerjasama dengan SDGs UB dan DLH Kabupaten Blitar. Peserta ibu-ibu Dharma Wanita itu, juga mencoba pakaian dan gaun hasil dari daur ulang sampah.

Sebagian peserta membeli aneka tas wanita yang bagus-bagus, semuanya dari bahan limbah sampah. Termasuk kerajinan dari limbah sampah karya para napi LP wanita yang menjadi binaan dari Bank Sampah Eltari bekerjasama dengan SDGs Center UB.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan acara ini membawa berkah demi Blitar yang bersih dari sampah, sehat, dan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Wadek II FISIP UB, Dr. Ahmad Imron Rozuli, MS.i. (Agus N)