Search
Close this search box.
15 Juli 2024

Berikan Kuliah Tamu di UMM, Maman Suherman Berbagi Cerita Novel Re: dan peRempuan

Reportasemalang
Maman Suherman menceritakan Novel Re; dan peRempuan. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

ReportasemalangKota Malang, Berkolaborasi dengan Gramedia, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Kuliah Tamu. Dengan menghadirkan seorang penulis ternama, Maman Suherman, di Aula BAU UMM, Selasa (25/10/2022).

Di hadapan puluhan mahasiswa UMM, Maman Suherman berbagi cerita sekaligus pengalamannya bagaimana dirinya menulis sebuah buku berjudul Re: dan peRempuan.

Dimana buku ini berisi tentang kisah kehidupan pelacur lesbian. Kisah itu juga merupakan hal nyata yang ada dan diteliti saat Maman menyelesaikan proses skripsinya di Universitas Indonesia pada saat itu.

Maman, sapaan akrabnya menceritakan bahwa semua berawal dari skripsinya yang mengkaji terkait pelacuran lesbian. Demi mendapatkan data yang lebih valid, ia bahkan menjadi sopir pelacur selama hampir dua tahun. Maman berangkat ke Surabaya, Jakarta, Medan, Makassar dan empat kota lainnya.

“Jadi Re merupakan nama seorang pelacur lesbian. Ia sebenarnya seorang keturunan ningrat Sunda. Namun karena ia hamil di luar nikah serta malu, ia akhirnya ke Jakarta dan berakhir di pelacuran. Kisahnya memiliki banyak pelajaran yang bisa kita ambil,” terang Maman.

Penulis asal Makassar itu menyebut ada banyak hal menarik yang ia ceritakan dalam buku itu. Apalagi semuanya merupakan kisah nyata. Bagaimana sosok Re yang menjadi pelacur dengan merawat seorang anak, kekejaman mucikari, hingga bagaimana ia bertahan di kondisi mencekam hingga maut mendatangi.

“Di kehidupan nyata, anak Re yang saya besarkan saat ini sudah bergelar doktor di luar negeri,” ungkapnya Maman.

Usai menceritakan bukunya tersebut, Maman juga tak lupa memberikan tips menulis yang baik yakni dengan 5R. R pertama adalah reading yakni membaca. Menurutnya penulis yang bagus adalah pembaca yang bagus pula. Kemudian R yang kedua dan ketiga adalah riset dan reliable.

“Tulisan itu harus ada risetnya serta tidak boleh salah. Sementara dua R yang yang terakhir adalah reflecting dan w(R)ite,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. menilai bahwa sosok Maman Suherman merupakan orang dengan kecerdasan bahasa yang sangat bagus. Terbukti dari karya-karyanya, baik aritkel maupun novel serta banyaknya forum yang mengundangnya.

“Saya tahu Kang Maman ini dari acara komedi di televisi yakni Indonesia Lawak Club. Salah satu yang paling saya tunggu adalah notulasi Kang Maman yang menarik, padat, dan enak didengar,” tutur Syamsul.

Ia berharap kedatangan Kang Maman di Kampus Putih UMM bisa memberikan inspirasi dan energi positif. Apalagi melihat adanya program ekuivalensi skripsi di prodi PBI UMM.

“Jadi para mahasiswa bisa menyusun dan melahirkan karya novel kemudian diekuivalensi. Sehingga mahasiswa tak perlu mengerjakan skripsi sebagai syarat menyelesaikan studi,” pungkasnya. (Agus N)