18 Mei 2026

Berbagi Keberkahan Ramadan, UB Santuni Ratusan Anak Yatim di Malang Raya

Berbagi Keberkahan Ramadan, UB Santuni Ratusan Anak Yatim di Malang Raya
Penyaluran santunan untuk anak Yatim

Bagikan :

Reportasemalang – Universitas Brawijaya (UB) kembali menyalurkan santunan kepada ratusan anak yatim dan lembaga sosial di Malang Raya dalam kegiatan yang digelar di Masjid Fatah UB, Rabu (11/3/2026).

Mengusung tema Berbagi Keberkahan di Bulan Suci Ramadan, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis Pusat Pengembangan Karakter dan Pembinaan Keagamaan (UPT PKPK) UB sebagai bagian dari program sosial rutin di bulan Ramadan.

Kepala UPT PKPK UB, Dr. Mohamad Anas, M.Phil., mengatakan, santunan tersebut melibatkan puluhan lembaga yatim yang berasal dari berbagai wilayah di Malang Raya.

“Tahun ini kegiatan santunan melibatkan 57 lembaga yatim. Dari masing-masing lembaga kami mengundang sekitar 10 anak, sehingga total ada sekitar 570 anak yatim yang hadir,” kata Anas.

Ia menjelaskan, kegiatan santunan tersebut merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan. Program tersebut menjadi wujud kepedulian sivitas akademika UB terhadap anak-anak yatim di lingkungan sekitar kampus.

Dalam kegiatan itu, setiap anak yatim menerima santunan sebesar Rp200 ribu. Dana bantuan tersebut berasal dari dana sosial universitas yang setiap tahun dialokasikan untuk kegiatan kemasyarakatan.

“Nilainya memang tidak besar, tetapi mudah-mudahan dapat memberikan manfaat bagi adik-adik kita yang membutuhkan,” ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik UB Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P. memberikan sambutan

Kegiatan santunan tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor Bidang Akademik UB Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P., serta mantan Rektor UB Nuhfil Hanani.

Prof. Imam Santoso menjelaskan, penyaluran santunan dilakukan secara selektif dengan memastikan lembaga penerima telah memenuhi persyaratan administratif.

“Kami melakukan seleksi agar lembaga yang menerima santunan dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi, misalnya memiliki legalitas atau izin yang jelas,” kata Imam.

UB berencana memperluas cakupan penerima santunan pada tahun-tahun mendatang agar semakin banyak lembaga sosial yang dapat merasakan manfaat program tersebut.

Menurutnya, kegiatan santunan memiliki nilai penting dalam menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan perguruan tinggi, terutama bagi mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat akademik.

“Universitas sebagai lembaga publik harus memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini kita membantu masyarakat kurang mampu dan anak-anak yatim, terutama di bulan Ramadan,” pungkasnya.