Search
Close this search box.
17 Juli 2024

Bareng Cup, Ajang Menjaring Bibit Pesepak Bola Muda

Reportasemalang
Talenta muda yang berlaga di Bareng Cup. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

ReportasenalangKota Malang, Turnamen Bareng Cup kembali digelar ke empat kalinya. Diikuti puluhan tim sepak bola, Bareng Cup IV ini terbagi ke dalam 3 kategori usia.

“Terdiri dari kategori U-10 ada 14 tim, U-12 ada 14 tim dan U-13 ada 16 tim,” jelas Ketua Panitia, Jatmiko.

Reportasemalang
Ketua Panitia Baremg Cup, Jatmiko (kaos hitam). (Fotp: Agus N/reportasemalang)

Disampaikan Jatmiko, untuk kategori U-10 dan U-12, pertandingannya sudah dilaksanakan beberapa hari yang lalu dan telah diperoleh para juaranya. Sementara untuk kategori U-13 baru dilaksanakan hari ini 14-15 Oktober 2020 untuk babak penyisihannya di lapangan luar Stadion Gajayana.

“Sedangkan untuk babak final akan digelar hari Minggu 16 Oktober 2022,” terangnya.

Menurut Jatmiko, sejauh ini gelaran Bareng Cup berjalan lancar. Untuk U-13 ada 15 tim dari Malang dan dua tim dari Surabaya dan Lamongan.

Jatmiko berharap gelaran Bareng Cup IV ini bisa menjadi ajang untuk mendapatkan bibit pesepak bola muda.

“Bareng Cup IV diharapkan menjadi wadah pencarian bakat di sepakbola usia dini,” tuturnya.

Sementara itu, gelaran Bareng Cup ini disambut baik Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, S.Pd., M.Si. Menurutnya, Disporapar terus konsisten dan komitmen untuk melakukan pembinaan, pencarian bibit olahragawan terutama sepakbola di Kota Malang ini jangan sampai berhenti. Artinya keberlanjutan, kesinambungan ini terus kita lakukan.

Reportasemalang
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengapresiasi gelaran Bareng Cup. (Foto: Agus N/reportasemalang)

“Maka saya dari Diaporapar sangat menyambut baik adanya Bareng Cup yang itu diinisiasi oleh Karangtaruna disana bekerjasama dengan kecamatan dan kelurahan setempat,” terangnya.

Dikatakan Baihaqi, saat ini sepakbola harus mengarah kepada yang bersifat sport industri. Jadi semua event kegiatan olahraga itu harus ada sentuhan dengan industri dan melibatkan UMKM, ekonomi kreatif. Karena sepakbola ini merupakan wahana berolahraga yang tidak lepas dari sentuhan sektor lainnya.

“Maka dari itu konsep sekarang dan kedepan yang kita kuatkan adalah bagaimana kita mengkolabirasikan kegiatan olahraga berbarengan juga dengan bagaimana kita mengoptimalkan UMKM sehingga ekonomi kreatif tumbuh,” pungkasnya. (Agus N)