Search
Close this search box.
11 Juli 2024

Aplikasi “Dagangan” Jangkau Malang Raya, Mudahkan Pemilik Warung Kulak Barang dengan Harga Murah

CEO & Co-Founder Dagangan, Ryan Manafe mengunjungi gudang mikro Hub Malang.(Foto:Agus N/reportasemalang)
CEO & Co-Founder Dagangan, Ryan Manafe mengunjungi gudang mikro Hub Malang.(Foto:Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang – Dalam upaya memenuhi kebutuhan pemilik warung dan toko grosir untuk mendapatkan akses bahan pokok dengan mudah, murah dan efisien. Aplikasi Dagangan kini dapat menjangkau seluruh area Malang Raya.

Dimana sejumlah kebutuhan primer hingga kebutuhan harian lainnya secara grosir dapat dipesan melalui aplikasi Dagangan. Mulai dari beras, minyak, tepung, gula, sabun, sampo, kecap, minuman dan lain sebagainya dengan harga yang lebih murah dan pasokan yang lebih mumpuni.

CEO & Co-Founder Dagangan, Ryan Manafe menjelaskan tentang Aplikasi Dagangan.(Foto: Agus N/reportasemalang)
CEO & Co-Founder Dagangan, Ryan Manafe menjelaskan tentang Aplikasi Dagangan.(Foto: Agus N/reportasemalang)

CEO & Co-Founder Dagangan, Ryan Manafe menjelaskan, di tahun ke empat Dagangan ini sudah ada 58 gudang yang mampu menjangkau 20.000 desa di Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. Diantaranya 11 jaringan gudang mikro berlokasi di Jawa Timur tepatnya di Ngawi, Madiun, Nganjuk, Ponorogo, Lamongan, Jombang, Kediri, Blitar, Tulungagung dan Jember.

“Sedangkan di Malang, Dagangan juga punya gudang cukup luas yang mampu melayani warung-warung di wilayah Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu),” sebutnya di sela-sela kunjungannya di gudang mikro Hub Malang, Selasa (5/9/2023).

Selain itu lanjut Ryan, pemilik warung dan toko grosir tidak perlu khawatir akan biaya pengiriman. Karena Dagangan menawarkan bebas biaya pengiriman dengan minimal order Rp 300.000 setiap pemesanan.

Jadi kalau mereka ingin berbelanja untuk keperluan warungnya, tidak perlu lagi jauh-jauh datang ke Kota. Cukup pesan melalui aplikasi Dagangan, maka barang akan diantar langsung ke warung masing-masing.

“Pesanan kami kirimkan pling lambat dalam waktu 48 jam setelah pemesanan. Pembayaran setelah barang datang,” jelasnya.

Tim Dagangan mengunjungi salah satu warung pengguna Aplikasi Dagangan.(Foto: Agus N/reportasemalang)
Tim Dagangan mengunjungi salah satu warung pengguna Aplikasi Dagangan.(Foto: Agus N/reportasemalang)

Dikatakan Ryan, selama 4 tahun, Dagangan telah memberikan dampak serta mendorong digitalisasi melalui pemberdayaan terhadap lebih 20.000+ desa di Pulau Jawa. Melalui efisiensi distribusi rantai pasok kebutuhan sehari-hari ke lebih dari 75.000+ UMKM termasuk pedagang pasar dan pemilik warung.

“Aplikasi Dagangan juga memberikan promo menarik berupa potongan belanja senilai Rp10.000 untuk pemilik usaha warung dan toko sembako di Malang Raya dengan menggunakan kode promo ‘DGNMALANG’. Yang dapat digunakan sampai akhir bulan Oktober dan berlaku untuk transaksi pertama pengguna baru,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Area Sales Manager Dagangan Malang, Fitra Seftian menyampaikan, selama 3 bulan hadir di Malang, pelanggan Dagangan sudah mencapai 1.030 outlet di Malang Raya.
Dengan nilai transaksi rata-rata sekitar 800 ribu sampai 1 juta per transaksi.

“Mayoritas paling banyak di Kedungkandang. Ada sekitar 500 outlet,” akunya.

Selain mengunjungi gudang Dagangan Malang, Ryan Manafe bersama tim juga mendatangi langsung salah satu warung penggunaan Dagangan.

Dalam kesempatan tersebut pemilik warung Rizky Jaya, Fitria mengaku sangat terbantu dengan adanya aplikasi Dagangan. Selain mudah digunakan, produk-produk yang ditawarkan juga lebih murah.

Produk yang kerap dipesan Fitria diantaranya sembako, roti, sabun, kopi, minuman, makanan ringan.

“Keuntungannya penggunaan aplikasi mudah, banyak promo dan harga lebih murah. Pesan hari ini, besok langsung diantar dan pembayaran dilakukan setelah barang datang,” pungkasnya.