Search
Close this search box.
12 Juli 2024

AMMPK MENDESAK POLRI” TUNTASKAN KASUS KEMATIAN BRIGADIR J YANG PENUH DENGAN TANDA TANYA”

Reportasemalang
Aksi AMMK di perempatan JL. Raja Bali, Kota Malang. (Foto: Jamal/reportasemalang)

Bagikan :

ReportasemalangKota Malang, Melihat kondisi bangsa hari ini seringkali dibenturkan dengan permasalahan-permasalahan yang acap kali membuat masyarakat mengalami kebingungan dengan banyaknya teragedi peristiwa pertumpahan darah dan peperangan antar sesama.

Hingga saat ini Lembaga kepolisian yang pada dasarnya dibentuk untuk menjadi Lembaga pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat malah membuat masyarakat sendiri geram dan jengah dengan Tindakan-tindakan yang tidak manusiawi, Karena beberapa waktu lalu kita semua masyarakat Indonesia mendengar dan melihat berita prihal kasus penembakan sehingga hilangnya nyawa Brigadir J. Dari peristiwa tersebut kami selaku masyarakat khususnya mahasiswa hari ini merasa cemas dengan Tindakan oknum kepolisian republic indonesia yang tidak memiliki hati Nurani.

Reportasemalang
Aksi pembagian brosur. (Foto: Jamal/reportasemalang)

Menyikapi persoalan di atas kami Aliansi Mahasiswa Malang Peduli Keadilan (AMMPK) melakukan aksi peduli keadilan atas tragedi yang menyebabkan hilangnya nyawa Brigader J tersebut. Dalam aksinya AMMPK menuntut 3 poin penting:

  1. Menuntut Polri untuk bersikap transparan dalam kasus kematian Brigadir J
  2. Copot seluruh anggota Polri yang terlibat dalam kasus kematian Brigadir J
  3. Mendesak Presiden RI Ir. H. Joko Widodo agar mencopot Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Parabowo, M.Si., apabila kasus kematian Brigadir J tidak segera di tuntaskan

Yono yang kerap disapa Cak Yon sebagai jendlap pada aksi tersebut menyampaikan “Kami melakukan aksi ini atas dasar hati Nurani karena menilai Polri sebagai Lembaga Negara bermain-main dalam kasus ini, bayangkan kasus ini sudah terjadi kurang lebih 2 minggu namun kejelasan tak kunjung ditemukan, Ujar Yono ”

Selain dari pada itu dia menyampaikan “aksi ini kita lakukan selama 3 hari berturut-turut di titik yang berbeda dan ada kemungkinan akan terus berlanjut apabila kasus ini tak kunjung menemukan kejelasan. Tadi kami melakukan aksi pertama di perempatan raja bali Jl. Jendral Basuki Rachmat Malang dengan masa aksi Puluhan orang, dalam aksi tersebut kami juga membagikan selebaran dan petisi terhadap pengguna jalan. tambahnya”

Kemudian dari pada itu aksi ini digelar untuk menyadarkan kita semua selaku masyarakat khususnya pemuda Indonesia agar tetap peka dan tanggap dengan kondisi negara hari ini. Karena ketika kita bebicara institusi kepolisian republik Indonesia hari ini banyak oknum yang melakukan blunder dalam setiap tindak tanduknya, yang menjadi kekhawatiran bagi kami selaku pemuda dan mahasiswa yaitu menurunnya kepercyaan rakyat terhada institusi besar ini atau yang kita kenal dengan nama POLRI.

Maka kami meminta agara kepolisian republik Indonesia sekiramya segera menuntaskan permasalahan yang sedang terjadi hari ini guna untuk meredam aksi atau gerakan masa yang lebih besar kedepannya. Dengan cara bapak Kapolri harus bersikap transparan dan bijaksana karena ini berbiacara hak hidup manusia dan keadilam bagi seluruh rakyat Indonesia. Tutup Yono. (Jamal)