Search
Close this search box.
22 Juli 2024

Alumni Ma Chung Wakili Indonesia dan Asia Tenggara Suarakan Energi Alternatif

Reportasemalang
Foto bersama peserta Conference of the Parties. (Foto: Ist/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang – Alumni Universitas Ma Chung, Alland Dharmawan meraih prestasi gemilang dalam Conference of the Parties yang ke-28, umumnya disebut sebagai COP 28. Yang resmi berakhir pada tanggal 13 Desember 2023 di Dubai – Uni Emirat Arab.

COP tahun ini mencatat momen bersejarah dengan kesepakatan bulat yang dituangkan dalam Konsensus UAE. Kesepakatan yang didukung oleh 198 pihak tersebut menjadi kesepakatan pertama di dunia yang secara eksplisit menyebutkan peralihan dari bahan bakar fosil dalam sistem energi untuk mencapai target net-zero pada tahun 2050.

Peningkatan kapasitas energi terbarukan secara global juga ditargetkan untuk ditingkatkan tiga kali lipat pada 2030. Reformasi arsitektur keuangan, termasuk pengakuan peran lembaga pemeringkat kredit, diumumkan untuk pertama kalinya.

Dalam sesi ini, panel yang terdiri dari enam pemuda dari Indonesia, Korea Selatan, Jerman, dan Meksiko membagikan pandangan mereka mengenai bagaimana pemuda dapat berperan dalam climate action. Mereka juga menyampaikan pengalaman mereka berpartisipasi dalam SUAD Youth COP, simulasi Conferences of the Parties yang diselenggarakan oleh Universitas Sorbonne Abu Dhabi (UEA), Université Paris Cité (Prancis), dan Universidade Federal do Ceará (Brasil).

Reportasemalang
Alumni Universitas Ma Chung, Alland Dharmawan menyampaikan pemaparan. (Foto:Ist/reportasemalang)

Alland Dharmawan, satu-satunya perwakilan dari Indonesia dan Asia Tenggara, saat ini bertugas di Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia. Sebagai anggota Tim Ahli Wantimpres di Bidang Ekonomi dan Energi.

Alland saat ini tercatat merupakan mahasiswa S2 di Yonsei University, Korea Selatan, jurusan Kerja Sama Internasional. Sekaligus merupakan alumni lulusan 2016 Universitas Ma Chung jurusan Manajemen.

Dalam paparannya, Alland menekankan pentingnya untuk melibatkan pemuda, khususnya yang berasal dari Global South, dalam merancang kebijakan iklim yang lebih efektif. Hal ini mencakup seruan untuk meningkatkan akses sumber daya dan platform bagi pemuda, serta komitmen yang lebih kuat dari pembuat kebijakan untuk mengintegrasikan suara pemuda dalam pengembangan kebijakan iklim.

Menurut Alland, untuk merancang kebijakan iklan yang baik dan seimbang, sangat penting untuk melibatkan berbagai perspektif. Apalagi setiap negara memiliki kondisinya masing-masing; beberapa negara mungkin lebih maju dalam hal ekonomi dan teknologi dibandingkan yang lain, dan masing-masing negara memiliki prioritasnya sendiri.

“Tanggung jawab kita adalah memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dalam perlombaan dunia untuk mengatasi dampak perubahan iklim,” ujar Alland.

Seiring dengan berakhirnya COP 28, mari kita manfaatkan momentum yang dihasilkan oleh acara bersejarah ini. Komitmen teguh untuk kerja sama internasional, yang dengan tegas disuarakan oleh pemuda.

“Mendorong kita menuju masa depan di mana inklusivitas menjadi hal utama dalam upaya bersama kita untuk menciptakan dunia yang berkelanjutan dan tangguh,” tuturnya.

Partisipasi Alland dalam berbagai forum internasional, khususnya dalam memberikan masukan dalam bidang Energi Alternatif merupakan wujud nyata kontribusi alumni Universitas Ma Chung kepada masyarakat dunia. Sebagaimana visi Universitas Ma Chung yang sudah ditanamkan kepada segenap civitas akademika selama 4 tahun berkuliah.