Search
Close this search box.
12 Juli 2024

Wisuda ke-42, Rektor UNITRI Lepas Ratusan Wisudawan Wisudawati

Rektor UNITRI Melepas Ratusan Wisudawan Wisudawati. (Foto:Ist)
Rektor UNITRI Melepas Ratusan Wisudawan Wisudawati. (Foto:Ist)

Bagikan :

Reportasemalang – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang kembali melangsungkan prosesi Wisuda. Bertempat di GOR UNITRI, wisuda ke-42 ini diikuti 400 wisudawan/wisudawati, Sabtu (26/8/2023).

Sehingga tercatat, sampai saat ini Unitri telah meluluskan 15.085 Sarjana dan Magister yang semuanya merupakan sumber daya manusia yang baik dan kompeten.

Rektor UNITRI Malang, Prof. Ir. Eko Handayanto, M.Sc., P.hD dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada para wisudawan atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan di Unitri.

Menurut Rektor, sebagai wakil orang tua di Unitri, ia merasa bangga dengan para wisudawan. Rektor menilai, bahwa di antara para wisudawan ini ada yang telah berjuang keras dalam menyelesaikan studi di Unitri, kuliah, praktikum, kegiatan mahasiswa, pengabdian masyarakat.

“Bahkan tidak sedikit yang sambil bekerja paroh waktu untuk menambah atau mencukupi biaya hidup di Malang. Semangat anda luar biasa dan membanggakan,” ucapnya.

Disampaikan Rektor, sampai dengan saat ini Semester Genap 2022/2023. Jumlah mahasiswa aktif di UNITRI adalah 7300 mahasiswa Program Sarjana, Program Profesi Ners dan Program Magister, yang berasal dari berbagai propinsi di Indonesia, dan dari Luar Negeri (Timor Leste, dan The Gambia).

“UNITRI juga menerima 1.464 mahasiswa baru pada awal Semester Ganjil 2022/2023,” ujarnya.

Wisudawan dan wisudawati UNITRI. (Foto:Ist)
Wisudawan dan wisudawati UNITRI. (Foto:Ist)

Sebagai Universitas yang mengedepankan kualitas sumber daya manusianya, UNITRI selalu konsisten memperoleh bantuan beasiswa Bidik Misi dari Pemerintah dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Di akhir Semester Genap 2022/2023, 20 mahasiswa mendapatkan beasiswa Bidik Misi dan 325 mahasiswa beasiswa KIP.

UNITRI melalui Yayasan Bina Patria Nusantara juga telah memberikan beasiswa kepada 1269 mahasiswa. Terdapat juga beasiswa dari beberapa pemerintah daerah seperti Sikka, Sanggau, Sambas, Bengkayang, Mempawah, Sumna Timur, Sumba Barat Daya), serta beasiswa dari Perusahaan Jasa Tirta dan Waskita Karya.

Secara rutin setiap tahun UNITRI juga menyediakan subsidi 50%-100% SPP (melalui Yayasan Bina Patria Nusantara) kepada mahasiswa yang berprestasi (baik mahasiswa baru maupun mahasiswa lama).

“Sehingga jumlah penerima subsidi SPP dari YPBN tersebut sampai TA 2022/2023 sebanyak hampir 60% dari jumlah mahasiswa UNITRI,” sebutnya.

Sebagai informasi, dalam perkembangannya selama 22 tahun ini (sejak Unitri berdiri 2001), atau 33 tahun (sejak Sekolah Tinggi Pertanian dan Sekolah Tinggi Eknomi Tribhuwana, cikal bakal UNITRI). Sebagian besar mahasiswa UNITRI justru dari LUAR Propinsi Jawa Timur (terutama Indonesia bagian Timur).

Unitri tidak pernah merancang secara khusus wilayah asal mahasiswa; yang dikembangkan Unitri adalah menjadi universitas yang baik (kompeten, berkualitas, berkarakter) dan murah, serta netral (tidak terafiliasi dengan kelompok / golongan / organisasi) tertentu.

Sejak tahun 1996, Unitri perkenalkan diri di NTB dan NTT (Larantuka), kemudian 1998 atas dukungan Bupati Sikka waktu itu, Unitri perkenalkan diri di Maumere, yang kemudian berkembang ke Ende, Ngada, Manggarai, Flotim, Lembata, Sumba Timur, dan Sumba Barat. Pengenalan Unitri di Kalimantan Selatan dimulai 1996 juga, kemudian berkembang ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Pada 2005, Unitri kenalkan diri Sulawesi Selatan, tahun 2007 kenalkan diri di Papua, tahun 2008 kenalkan diri di Maluku Utara dan Maluku. Dampak positifnya adalah, saat ini Unitri seperti miniatur Indonesia, yang mencerminkan Bhineka Tunggal Ika.

Di bidang penelitian, kinerja UNITRI termasuk dalam Kluster Madya, sedangkan di bidang Pengabdian Masyarakat, kinerja UNITRI termasuk dalam peringkat Sangat Bagus. Menurut EduRank 2023, dari 13 Universitas Swasta di Malang, UNITRI pada peringkat ke 8. Selain itu, untuk mendukung program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), UNITRI memiliki Sekolah Lapangan Konservasi Tanah dan Agroedupark (SLKT-AGP) di lahan seluas 10 ha di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, sekitar 10 km dari kampus utama UNITRI sebagai Kampus III, dan Science Techno Park (STP) pada lahan 11.000m2 di dekat kampus sekitar 300m sebagai Kampus II, yang semuanya ditujukan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa Unitri.

“Atas nama seluruh civitas akademika (Dosen, Tenaga Kependidikan, Mahasiswa), saya menyampaikan ucapan terimakasih atas perjuangan Yayasan Bina Patria Nusantara untuk pengembangan Unitri,” pungkasnya.