Search
Close this search box.
14 Juli 2024

UNITRI Kukuhkan Prof Ahmadi, Guru Besar Bidang Ilmu Teknologi Industri Pertanian

Reportasemalang
Prof. Dr. Ir. Kgs Ahmadi, M.P. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Teknologi Industri Pertanian. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang – Jelang akhir tahun 2023, Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) menambah jumlah Guru Besar. Dengan mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Kgs Ahmadi, M.P.
sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Teknologi Industri Pertanian, Kamis (28/12/2023).

Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Dr. Ir. Kgs. Ahmadi, M.P. mengangkat judul “Separasi Senyawa Bioaktif dari Distilat Asam Lemak Sawit dan Efikasi Khasiatnya”.

Prof Ahmadi menjelaskan bahwa penelitiannya terkait senyawa bioaktif hasil samping dari pemurnian minyak sawit yang belum ter manfaatkan secara optimal. Senyawa bioaktif ini berupa vitamin E, Fitosterol dan Skualen.

“Senyawa bioaktif ini sangat berpengaruh pada kesehatan. Utamanya bermanfaat dalam upaya pencegahan penyakit,” terangnya.

Disampaikan Prof Ahmadi, senyawa bioaktif berperan dalam menangkal radikal bebas. Dia telah melakukan penelitian. Aplikasinya hingga tahap hewan coba.

Hewan coba berupa tikus diberikan senyawa bioaktif. Vitamin E yang terkandung didalamnya berguna untuk mencegah oksidasi lemak pada sel. Atau mencegah kerusakan sel.

“Hasilnya bagus. Sedangkan tikus yang tidak diberi senyawa bioaktif mengalami stres oksidatif,” ungkapnya.

Sedangkan fitosterol mencegah peningkatan kolesterol dalam tubuh. Karena struktur kimia dari fitosterol, mirip dengan kolesterol.

“Hanya saja fitosterol lebih cepat diserap oleh tubuh. Sehingga kolesterol tidak sempat terserap dan terbuang bersama kotoran,” jelasnya.

Reportasemalang
Prof. Dr. Ir. Kgs Ahmadi, M.P. bersama keluarga. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Sementara itu, Ketua Senat Unitri, Prof. Dr. Ir. Wani Hadi Utomo mengatakan, dengan bertambahnya guru besar di Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Akan menambah daya saing Unitri sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Unitri.

Dijelaskan, Guru besar adalah jabatan puncak seorang dosen. Tapi bukan berarti merupakan akhir dari tugas. Justru sebaliknya, para profesor ini harus menghadirkan karya yang bukan hanya bersifat nasional tapi juga bersifat internasional.

“Karena dulu kalau seseorang sudah menjadi guru besar kemudian tidak mengerjakan apa-apa, dianggap selesai tugasnya. Tetapi dengan adanya kebijakan dari kementerian, justru mewajibkan guru besar harus bisa mempertahankan statusnya sebagai guru besar dengan mempublikasikan hasil karyanya,” tuturnya.

Selanjutnya bagi para dosen Unitri, capaian Prof Ahmadi supaya dijadikan motivasi. Jangan puas dengan jabatan asisten ahli, jangan puas dengan jabatan Lektor, Lektor kepala tapi capailah jabatan guru besar.

“Karena untuk mencapai posisi guru besar sebenarnya tidak sulit, hanya perlu ketekunan dan kemauan. Saya harapkan momen hari ini bisa menjadi pengungkit bagi para dosen lainnya,” tandasnya.

Senada, Prof. Dr. Ir. Eko Handayanto mengatakan, Prof Ahmadi merupakan Guru besar asli Universitas Tribhuwana Tunggadewi yang kedua yang dikukuhkan oleh Unitri sejak berdiri 2001.

“InsyaAllah sebentar lagi Unitri juga akan mengukuhkan satu lagi Guru besar yang asli dari Unitri. Dan ini tentunya akan diikuti oleh rekan-rekan lainnya,” ucap Prof Eko.

“Semoga tahun depan Unitri bisa menambah 3-4 Guru Besar lagi,” pungkasnya.