12 Februari 2026

Umumkan Mekanisme SNPMB 2026, UB Berikan Apresiasi Lebih bagi Calon Maba Berprestasi

Umumkan Mekanisme SNPMB 2026, UB Berikan Apresiasi Lebih bagi Calon Maba Berprestas
Direktur Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB, Dr. Rosihan Asmara, S.E., M.P., bersama Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB, Arif Hidayat, S.Kom., M.M., memaparkan mekanisme SNPMB 2026 UB. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang – Universitas Brawijaya (UB) mengumumkan jadwal sekaligus mekanisme Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun akademik 2026. Yang disampaikan dalam program Bincang Santai (BONSAI) Bersama Pakar UB di Gedung Rektorat, Rabu (26/11/2025).

Direktur Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB, Dr. Rosihan Asmara, S.E., M.P., menyampaikan, terdapat tiga jalur penerimaan Mahasiswa baru internasional dan nasional di UB.

“Seleksi mahasiswa baru di UB ada 3 fase. Yaitu seleksi penerimaan mahasiswa internasional yang sedang dimulai penerimaannya. Kedua seleksi penerimaan mahasiswa baru skema SNBP dan SNBT, ketiga adalah seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri,” ungkapnya.

Namun demikian, karena ada perkembangan terbaru adanya Tes Kemampuan Akademik (TKA), nanti mungkin ada beberapa hal di dalam seleksi mandiri akan diadopsi nilai-nilai TKA. Tapi tidak menjadi komponen utama.

Lebih lanjut dikatakan Rosihan, Universitas Brawijaya sangat mengapresiasi calon mahasiswa yang berprestasi. Sehingga diharapkan calon mana yang berprestasi segera mendaftar di UB karena akan mendapatkan apresiasi yang tinggi.

“Selain prestasi akademik, contoh misalkan Hafidz Al Quran, Juara satu internasional olahraga, debat bahasa Inggris dan prestasi lainnya itu mendapat apresiasi yang tinggi dalam penerimaan mahasiswa baru, khususnya seleksi mandiri,” tututnya.

Terkait kuota maba yang diterima, Rosihan menyebutkan bahwa UB tidak menambah kuota. Sama seperti tahun sebelumnya.

“Sama seperti tahun lalu, UB masih belum menambah kuota secara signifikan, sekitar 17 ribuan,” sebutnya.

Sedangkan untuk kuota seleksi jalur mandiri maksimal hanya 50 persen. Sesuai dengan peraturan menteri tentang kuota di PTNBH.

“Tapi UB tidak akan mengambil maksimal 50 persen, karena kami menginginkan bahwa yang diterima di UB adalah benar-benar yang berprestasi. Khususnya di seleksi nasional untuk mahasiswa Nasional dan UTBK, itu kami memberikan porsi yang lebih tinggi,” tandasnya.

Secara rinci, Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB, Arif Hidayat, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa UB siap menerima mahasiswa baru melalui total 85 program studi, terdiri atas 80 prodi S1, dua prodi D4, dan tiga prodi D3.

“Termasuk dua program baru, yakni S1 Bioinformatika di Fakultas MIPA dan Industri Peternakan Cerdas di Fapet,” jelasnya.

Arif turut memaparkan jadwal SNBP. Pengumuman kuota sekolah dimulai pada 29 Desember 2025, dengan masa sanggah hingga 15 Januari 2026. Registrasi akun SNPMB oleh sekolah berlangsung pada 5–26 Januari 2026 melalui penginputan PDSS. Untuk siswa, registrasi akun dibuka 12 Januari–18 Februari 2026, sedangkan pendaftaran SNBP berlangsung pada 3–18 Februari 2026. Hasil SNBP diumumkan 31 Maret 2026, dan pengunduhan kartu peserta dilakukan pada 3 Februari–30 April 2026.

“Informasi lengkap mengenai seluruh tahapan seleksi tersedia melalui laman resmi SNPMB,” tegas Arif.

Untuk SNBT/UTBK, registrasi akun SNPMB dibuka pada 12 Januari–7 April 2026. Pendaftaran UTBK–SNBT berlangsung pada 25 Maret–7 April 2026, dan pembayaran biaya seleksi pada 25 Maret–8 April 2026. Pelaksanaan UTBK dijadwalkan pada 21–30 April 2026, dengan pengumuman hasil pada 25 Mei 2026. Sertifikat UTBK dapat diunduh mulai 2 Juni hingga 31 Juli 2026.

Menurutnya, ada perubahan penting dalam sistem UTBK, yakni pengelolaan server kini berada di masing-masing universitas.

“Dulu server terpusat, sekarang berada di kampus. Karena itu, pengadaan server sangat krusial. UB menambah server dari lima menjadi delapan untuk mengoperasikan 1.600 unit komputer yang disiapkan,” ucapnya.

Selain itu, seluruh lokasi ujian akan diverifikasi dan diaudit untuk memastikan standar kelayakan, mulai dari fasilitas laboratorium komputer hingga jaringan LAN. Sistem UTBK juga dirancang untuk meminimalkan potensi kecurangan.

“Komputer tidak akan bisa di-remote dari luar,” pungkasnya.