Search
Close this search box.
14 Juli 2024

Tujuh Lulusan Terbaik ITN Malang di Wisuda ke-70

Bagikan :

Reportasemalang – Institut teknologi Nasional (ITN) Malang bakal menggelar prosesi wisuda ke-70 Periode II Tahun 2023. Dengan tujuh wisudawan terbaik yang telah menelorkan berbagai inovasi, salah satunya berhasil mengolah limbah sayur menjadi bahan untuk briket.

Lulusan terbaik Teknik Kimia S-1 ITN Malang, Soofiyah Dhiya Ulhaq. Dalam penelitian tugas akhir atau skripsinya ia mengemukakan tentang pengaruh variasi kuat tekan alat press dan variasi komposisi batang bambu dengan limbah sayur kubis terhadap kualitas Biobriket.

“Penelitian ini didapatkan rasio pencampuran biobriket yang terbaik dengan rasio Bambu 80% : Kubis 20% dengan kuat tekan 100 bar. Nilai ini telah memenuhi Standar SNI,” ungkap Soofiyah Dhiya, Kamis (12/10/2023).

Wisudawan terbaik lainnya, Achmad Akbar Marhananda dari Teknik Elektro berhasil membukukan IPK 3.85, yang ia tempuh selama empat tahun. Mahasiswa asal Kota Probolinggo mengangkat inovasi rancang bangun alat penghitung jumlah koloni bakteri Stapylococcus Aureus dan Bacillus Subtilis pada mikroskop berbasis Raspberry Pi.

Sedangkan dari Prodi Teknik Informatika S-1, Diffa Adrian Rahma Chiesa berhasil menjadi wisudawan terbaik dengan raihan IPK 3.81, dan masa studi empat tahun. Putri dari pasangan Ratno Timur dan Asyarul Farida ini menghasilkan inovasi tentang sistem peramalan penjualan pakaian wanita yang menggunakan metode Double Exponential Smoothing.

Pada Jurusan Teknik Industri S-1, terdapat nama Edward Togap Samuel Sihombing, dari Batak, Sumatera Utara. Ia berhasil meraih IPK 3,61 dengan masa studi empat tahun pula.

Dalam skripsinya ia studi kasus di PT. Indostar Building Material. Mahasiswa ITN ini berhasil membuat terobosan dalam perancangan penjadwalan pemeliharaan mesin stacker.

“Inovasi ini manfaatnya untuk meningkatkan keandalan mesin dan menurunkan waste melalui metode RCM dan MVSM,” jelasnya.

Lain halnya Izza Nur Afida, mahasiswa dari teknik mesin kampus biru ini mengangkat inovasi mengenai karakterisasi proses karburisasi baja aisi 1050. Yakni dengan menggunakan limbah serbuk fotokopi dan arang batok kelapa. Dara asal Trenggalek ini berhasil meraih IPK 3,48 yang ditempuhnya cuma empat tahun.

Wisudawan ke tujuh yang berhasil menjadi yang terbaik diraih oleh Indityo Wibowo Aji, dari Teknik Sipil. Dalam skripsi ia meneliti tentang pengaruh penggunaan Fly Ash dan abu ampas tebu terhadap sifat mekanik mortar Geopolimer. Ia berhasil meraih IPK 3.62.