Search
Close this search box.
22 Juli 2024

Terapkan Sejumlah Inovasi, Tim Spectra Yudisium ITN Malang Juara Civil Tender Competition CEEXO 2023

Tim Spectra Yudisium ITN Malang. (Foto: Agus N/reportasemalang)
Tim Spectra Yudisium ITN Malang. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang.com – Tim ‘Spectra Yudisium’ Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang sukses menorehkan prestasi di ajang Civil Tender Competition CEEXO 2023. Dengan menjadi juara pertama, mengalahkan 25 tim dari berbagai perguruan tinggi.

Dalam kompetisi yang digelar Universitas Kristen Indonesia (UKI) secara online 12 April – 4 Mei 2023 tersebut. Tim Spectra Yudisium ITN berhasil mengantongi skor 95,3, mengungguli tim Trinoyug – 61 Universitas Brawijaya dan tim Hanggar Karya Universitas Gajah Mada yang berada di posisi kedua dan ketiga.

Tim Spectra Yudisium ITN beranggotakan Yuda Arya Pangestu, Edwin Yudha Hernanda dan Nadya Rachma Aprilia. Dengan Dosen pendamping, Dr. Yosimson P Manaha, ST.,MT

Ketua tim, Yuda Arya Pangestu mengaku sangat bangga dengan raihan timnya di ajang Civil Tender Competition CEEXO 2023. Karena meskipun persiapannya sangat singkat, namun timnya berhasil memberikan hasil yang maksimal dengan menjadi juara 1 (satu).

“Sebenarnya waktu yang diberikan panitia dua minggu untuk waktu pengerjaan. Tapi karena terbentur hari raya, jadi total pengerjaan kurang dari 1 minggu,” ungkapnya.

Tampilan desain rumah dua lantai tahan gempa karya tim Spectra Yudisium. (Foto: Istilah/reportasemalang)
Tampilan desain rumah dua lantai tahan gempa karya tim Spectra Yudisium. (Foto: Istilah/reportasemalang)

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, timnya tetap melakukan koordinasi secara online. Beruntung juga ada perpanjangan waktu pengumpulan dari panitia. Sehingga timnya bisa menyelesaikan pengerjaan tepat waktu.

“Beruntung di hari terakhir itu, panitia memberikan tambahan waktu 6 jam. Sehingga
bisa kami kerjakan maksimal,” akunya.

Lebih lanjut disampaikan Yuda, di kompetisi tersebut, timnya mengerjakan desain rumah tinggal dua lantai tahan gempa. Dengan luasan lahan 250 meter persegi dan luas bangunan 169 meter persegi, senilai 472 juta.

“Kebetulan kami mendapat lokasi di Jakarta, dimana tanahnya termasuk tanah lunak. Sehingga kami menggunkan sistem rangka pemikul momen khusus,” terangnya.

Menurutnya, sejumlah inovasi diterapkan dalam pengerjaan tender tersebut untuk menekan biaya dan mempersingkat waktu pembangunan. Karena dua hal ini yang menjadi keunggulan dari tender yang mereka ajukan.

“Yang lain ada yang nilainya mencapai 1,6 Milyar. Tapi dari tim kami cuma 472 juta. Harga ini dinilai ideal dan masuk akal oleh para juri,” tuturnya.

Senada, dua anggota lainnya, Edwin Yudha Hernanda dan Nadya Rachma Aprilia menjelaskan, agar harganya lebih terjangkau, timnya menerapkan inovasi untuk mempercepat pengerasan beton. Termasuk menggunakan flyas ash untuk mengurangi penggunaan semen.

“Dari percepatan itu kan otomatis waktunya lebih pendek, sehingga dapat menekan biaya untuk tenaga kerja. Kami juga menerapkan green construction agar tidak banyak menyisakan limbah,” pungkasnya.

Terpisah, Wakil Rektor 3 ITN Malang, Dr. Hardianto, ST., MT. menyampaikan bahwa pimpinan ITN Malang mengapresiasi kegiatan HMJ dalam bidang Co-kurikuler. Termasuk capaian tim Spectra Yudisium di ajang Civil Tender Competition CEEXO 2023.

“Dengan diraihnya juara tersebut, tentu dapat meningkatkan poin penilaian di pemeringkatan kemahasiswaan (SIMKATMAWA),” tandasnya.