Search
Close this search box.
22 Juli 2024

Tagline ‘Be Ready for the Future’, ITN Malang Launching Metaverse and Immersive Technology Center

Reportasemalang
Rektorn ITN Malang mencoba pengaplikasian Metaverse. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang – Mengusung tagline ‘Be Ready for the Future’ Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang launching Metaverse and Immersive Technology Center. Bertempat di Gedung Teknik Elektro dan Informatika ITN Malang, Senin (27/5/2024).

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto ST, MT, Ph.D., mengatakan, tagline ‘be ready for the future’ sebagai penegasan bahwa ITN Malang bersiap dengan masa depan. Terlebih ITN Malang dikenal sebagai kampus multicultular berbasis teknologi.

“Taglinen kami, Be Ready for the Future artinya bersiap untuk masa depan. Sehingga ITN sebagai kampus multicultular berbasis teknologi mempersiapkan itu dengan meningkatkan kompetensi mahasiswa,” ujarnya.

Menurut Awan, potensi metaverse kedepan bisa menjawab tantangan di dunia nyata. Contohnya, praktek bedah dalam pendidikan kedokteran kedepan tidak perlu lagi menggunakan organ asli jika metaverse bisa dikembangkan.

“Kami sudah berkunjung ke beberapa perguruan tinggi di Australia. Kami melihat mereka bisa maksimalkan potensi yang ada dengan ruang (pengembangan metaverse) yang lebih kecil tapi valuasinya luar biasa. Kami ingin ke arah sana,” tuturnya.

Reportasemalang
Penandatanganan kerjasama ITN Malang dengan PT Inovasi Utama Nusantara. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Dalam launcing Metaverse & Immersive Technology Center ini, ITN Malang juga menjalin kerjasama dengan PT Inovasi Utama Nusantara dalam hal ini Muse Akademi. Yang merupakan industri lokal yang tidak kalah dengan industri internasional.

“Anak Indonesia ini sebetulnya lebih kreatif dari luar negeri. Dengan low buget, bisa menghasilkan karya lebih baik. Nah melalui metaverse ini kami ingin mendorong kreativitas mahasiswa,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan Awan, ditengah isu kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga menyentuh 2 digit, ITN Malang berkomitmen untuk menghadirkan layanan pendidikan dengan biaya terjangkau namun tetap mengedepankan kualitas pendidikan berbasis teknologi.

“(UKT) kami masih 1 digit. Tapi kami tetap memaksimalkan fasilitas yang ada dengan menggandeng industri. Lalu membekali mahasiswa dengan kompetensi, dan mempersiapkan mahasiswa menatap masa depan,” ungkapnya

Selain itu ITN Malang mempersiapkan mahasiswa di semester 6 dan 7 untuk mengikuti magang di dunia industri. Sehingga nantinya mereka sudah siap.

“Kami juga bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Untuk membekali mereka dengan sertifikat. Sehingga nanti lulusan ITN lebih komplit, ada pengalaman di industri, sertifikasi, lalu sudah dibekali teknologi unggul. Jadi mereka bisa bersaing di kancah global,” tandasnya.

Sementara itu Founder Muse Akademi, Dr. Eng. Muhammad Ashar, ST., MT., mengapresiasi langkah ITN Malang membuka ITN Metaverse and Immersive Technology Center. Pasalnya semua kampus bermimpi memiliki center tersebut.

Muse Akademi merupakan platform pengembangan keterampilan kompetensi profesional multi-layanan. Muse Akademi menggabungkan 3 elemen, yakni teknik informatika, desain komunikasi visual, dan bisnis digital.

“Tidak semua kampus berani membangun center metaverse karena selain asetnya lumayan mahal, dan fasilitas serta resources-nya. Kedepannya metaverse center ITN bisa berkolaborasi dengan LSP semua bidang. Sehingga lulusan bisa lebih memiliki kompetensi,” katanya.

Menurutnya, Metaverse and Immersive Technology Center dalam waktu dekat akan memasukkan learning management system. Sehingga user cukup masuk ke ITN Verse secara online.

“Ini merupakan bagian dari pengembangan inovasi sehingga ITN Malang menjadi lebih kompetitif dengan kampus-kampus di Indonesia,” pungkasnya.