19 April 2026

Polinema Terima Penghargaan dari LEPRID, Pelopor Pengembangan Media Wisata Digital Melalui Pembelajaran Berbasis Proyek

Polinema Terima Penghargaan dari LEPRID
Direktur Polinema menerima penghargaan dari LEPRID. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menerima penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID). Sebagai Pelopor Pengembangan Media Wisata Digital “Travelinkcenter” untuk Promosi Pariwisata Melalui Program Pembelajaran Berbasis Proyek.

Penghargaan yang diserahkan di acara puncak Dies Natalis ke-43 Polinema ini merupakan hasil kolaborasi dengan PT. Mitra Transwisata Cendekia – Malang Tourism Center (MTC). Bertempat di Graha Polinema, Kamis malam (19/6/2025).

Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT mengaku bersyukur dengan penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan kolaborasi kerjasama atau kemitraan yang dibangun Polinema dengan MTC.

“Ini tentunya juga dalam rangka upaya untuk mengadakan kegiatan pembelajaran berbasis pada project. Dengan metode terbaru yang relevan dengan apa yang dibutuhkan industri,” ujarnya.

Pembelajaran berbasis project sengaja dipilih karena memang diperlukan untuk bisa membantu menyiapkan para calon lulusan. Agar menjadi lulusan yang memiliki kemampuan untuk bisa menyelesaikan problematika di saat mereka berada di dunia kerja atau dunia industri.

“Sehingga dengan kita memberikan model pembelajaran berbasis project atau berbasis kasus, ini yang menjadi salah satunya upaya kita untuk meningkatkan kualitas lulusan Polinema ke depan,” ucapnya.

Direktur Polinema didampingi Pendiri Leprid dan CEO & Founder MTC. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Dalam project ini, lanjut Supriatna, Polinema memfasilitasi para mahasiswa yang ingin terlibat dalam project ini untuk bersama dengan MTC mengerjakan sebuah proyek bersama. Melibatkan dua jurusan dan enam program studi dengan beberapa kompetensi yang berada-beda.

“Mahasiswa dengan kompetensi yang berbeda ini akan mengerjakan sebuah aktivitas project bersama. Sehingga mereka bisa belajar teamwork, bagaimana harus menyelesaikan problematika secara bersamaan dalam prespektif sudut pandang keilmuannya masing-masing,” ungkapnya.

“Diharapkan ini akan menjadi nilai tambah bagi para mahasiswa dalam menyiapkan diri menghadapi kehidupan kedepan. Yang tentu permasalahan yang dihadapi akan semakin kompleks,” harap Supriatna.

Senada, CEO & Founder MTC, Sugiyanto mengatakan, pembelajaran berbasis project ini ditujukan untuk menyiapkan mahasiswa dari awal sampai nanti akhir dengan softskill dan hardskillnya. Sehingga diharapkan nantinya para lulusan itu bisa langsung bekerja sesuai dengan talenta mereka.

“Jadi di sini kita akan bekerjasama dengan industri-industri terkait juga. Kami akan menjembatani dengan industri atau mitra pendukung untuk pengembangan pariwisata. Sehingga kolaborasi penta helix ini dari unsur akademisi, pemerintah, industri, komunitas dan media ini akan menjadi tanggungjawab bersama. Dan akan menjadi kolaborasi lintas sektoral dengan multidisiplin,” tandasnya.

Sementara itu, pendiri LEPRID, Paulus Pangka mengatakan, Lembaga Prestasi Indonesia Dunia memberikan apresiasi kepada Polinema dan MTC. Yang telah berhasil menciptakan suatu inovasi baru yaitu pengembangan media wisata digital travelinkcenter untuk promosi pariwisata melalui program pembelajaran berbasis proyek.

“Jadi ini merupakan yang pertama kali terjadi di Indonesia. Dari hasil penelusuran kami memang belum pernah ada yang melakukan kerjasama kolaborasi dalam rangka pengembangan digital wisata di Indonesia. Yang melibatkan multidisiplin ilmu yang ada,” ungkapnya.

“Karena itu kami memberikan penghargaan berupa piala, medali dan piagam kepada Polinema dan MTC atas prestasi tersebut dengan mencatat pada urutan rekor yang ke-909,” pungkasnya.