19 April 2026

Polinema Gelar PBIC 2025, Ajang Unjuk Desain Bangunan Berkelanjutan

Polinema Gelar PBIC 2025, Ajang Unjuk Desain Bangunan Berkelanjutan
Presentasi peserta PBIC 2025. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang – Mengusung tema “Sustainable Urban Living Hub: BIM for Eco-Friendly Mixed-Use Building” Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali menggelar Polinema BIM International Competition (PBIC) 2025, Kamis (27/11/2025).

Kompetisi tahunan yang difokuskan pada pemanfaatan Building Information Modeling (BIM) ini menjadi wadah bagi mahasiswa teknik sipil untuk menunjukkan kemampuan desain bangunan berkelanjutan.

Ketua Jurusan Teknik Sipil Polinema, Mohamad Zenurianto menyebutkan, PBIC tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua.

“Jika tahun sebelumnya diikuti peserta dari kawasan ASEAN, kali ini peserta internasional belum dapat hadir karena keterbatasan waktu penyelenggaraan,” jelasnya.

Para peserta Polinema BIM International Competition. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Disebutkan Zenurianto, tahun ini, peserta yang mendaftar ada 14 perguruan tinggi. Kemudian yang mensubmit proposal lengkap itu sebelas, enam yang masuk finalis.

“Enam finalis tersebut berasal dari berbagai kampus, di antaranya dua tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), Politeknik PU Semarang, serta dua tim dari Polinema sendiri,” ungkapnya.

Menurut Zenurianto, jumlah peserta tahun ini sebenarnya meningkat, tetapi partisipasi internasional mengalami penurunan. Untuk 2026, Polinema akan kembali menyasar mitra-mitra luar negeri agar kompetisi benar-benar berkelas internasional.

Tiga juri yang dilibatkan pada PBIC 2025 berasal dari lembaga dan perusahaan yang memiliki reputasi kuat di bidang BIM. Zenurianto menegaskan bahwa penilaian lomba sepenuhnya mengikuti tema besar PBIC 2025.

Ketua Jurusan Teknik Sipil Polinema, Mohamad Zenurianto. (Foto: Agus N/reportasemalang)

“Apa yang dirancang oleh teman-teman harus sustain, artinya bangunannya harus berkelanjutan. Kemudian yang tidak kalah pentingnya yang kedua tadi khusus untuk yang mixed-use building, berarti bangunan-bangunan gedung yang memang campuran, tidak hanya untuk misalnya apartemen ya, biasanya kan ada apartemen, ada hotel, ada meeting dan seterusnya ya, nah model-model yang seperti itu,” jelasnya.

“Elemen eco-friendly atau ramah lingkungan juga menjadi aspek penting, termasuk konsep green building yang kini menjadi kebutuhan dalam perencanaan konstruksi modern,” tandasnya.

Berikut para pemenang PBIC 2025 :

  1. Naraya Still Dancing (Polinema)
  2. Gentaga (Politeknik PU)
  3. Evori (Politeknik Pontianak)
  4. Trinova (Polinema)
  5. Vicato (Institut Teknologi Bandung)
  6. Kouois (Institut Teknologi Bandung)