Search
Close this search box.
13 Juli 2024

Pesan Sekum PP Muhamadiyah di Tarhib Ramadan Ceria UMM

Reportasemalang
Tarhib Ramadan Ceria UMM. (Foto:Ist)

Bagikan :

Reportasemalang – Ramadan tidak hanya jadi momentum bagi peningkatan spiritual, tetapi juga sebagai bulan islah (perbaikan) dan transformasi diri untuk ikut berkontribusi menyelesaikan masalah-masalah sosial. Hal itu ditegaskan langsung Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. dalam Tarhib Ramadan Ceria dengan tema “Bermuhammadiyah dengan Kepedulian Sosial” di Dome UMM, Jumat (8/3/2024).

Dijelaskan Prof Mu’ti, bulan puasa merupakan bulan pendidikan bagi kita semua. Karena banyak nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya.

Mengutip teori dari Charles Duhigg dalam buku The Power of Habit tentang cara membangun dan menciptakan kebiasaan baru yang positif. Setidaknya ada tiga poin penting yang harus dilakukan, yaitu memiliki niat, rutin dalam menjalankan, dan yang terakhir adalah pemberian reward (hadiah). Yang kemudian ia analogikan teori tersebut dengan nilai-nilai keislaman dalam bulan Ramadan.

“Pertama yakni niat yang sudah pasti menjadi landasan awal kita dalam melakukan perubahan dalam diri, innamal a’malu binniyat. Lalu rutin, selama bulan ramadhan kita diajarkan untuk berpuasa, lalu ada juga tarawih, kemudian ada i’tikaf dan amalam-amalan sunnah yang lain. Dan yang terakhir reward yang ini puncaknya, bisa diartikan kalau secara umum hadiahnya itu saat idul fitri. Namun kalau dari sisi personal, yaitu perbaikan diri secara individu menjadi lebih baik,” jelasnya.

Menurutnya, suatu perubahan yang dilakukan itu tidak perlu langsung secara ekstrim. Namun bisa dilakukan dan dimulai dari hal yang mudah dan sederhana tapi dilakukan secara rutin. Apalagi mengingat bahwa kebiasaan yang ingin dibangun merupakan hal baru dan butuh proses.

“Cara itu juga bisa digunakan dan diterapkan di segala lini kehidupan demi membangun kebiasaan dan pribadi yang lebih bagus,” ujarnya.

Terakhir, ia berpesan kepada seluruh audien yang hadir untuk tetap mempertahankan kebiasaan-kebiasaan baik serta meninggalkan kebiasaan buruk.

“Kebiasaan itu harus dibangun. Kebiasaan yang baik dipertahankan dan ditingkatkan, sementara yang kurang baik ditingkatkan. Hal itu kita lakukan secara terus menerus hingga akhir hidup,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. menyatakan bahwa UMM siap memberikan atmosfer bulan suci yang kental. Salah satu bukti nyata yakni dengan adanya acara Tarhib Ramadhan Ceria sebagai hidangan pembuka memasuki bulan suci Ramadan.

“Setiap bulan ramadhan, UMM selalu mengadakan kegiatan islami untuk mengisi dan memeriahkan bulan tersebut. Ada kajian rutin bagi mahasiswa, dosen, maupun karyawan. Bahkan ada banyak agenda unik yang sudah digelar,” sebutnya.

“Semoga seluruh sivitas akademika Kampus Putih mendapatkan berkah dari acara ini, lebih luas yakni dari bulan Ramadan ini,” pungkasnya.