Search
Close this search box.
13 Juni 2024

Menuju Go Internasional, Kampung Wonosari Go Green Kedatangan Tamu dari Belgia

Reportasemalang
Prof. Hendrik Slabbinck dihibur dengan penampilan Dewi Godong. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

ReportasemalangKota Malang, Nama kampung Wonosari (WNS) go Green mulai dilirik warga mancanegara untuk dikunjungi. Terbukti, hari ini kampung yang 90 persen penduduknya adalah lansia, mendapatkan kunjungan dari Guru besar Departemen marketing, innovation and organization, Ghent University, Belgia, Prof. Hendrik Slabbinck.

Seperti biasa, setiap tamu yang datang ke WNS go Green akan disambut dengan ramah oleh warga. Selain mendapatkan pengalungan bunga, Prof. Hendrik Slabbinck juga turut disambut oleh siswa siswi Sekolah Dasar Purwantoro 6.

Setelah itu, setiap tamu juga akan diajak tour mengelilingi kampung WNS. Kemudian diakhiri dengan jamuan serta dihibur dengan penampilan grup musik Dewi Godong.

Pembina lingkungan Nasional sekaligus pembina kampung tematik Wonosari go Green Ir. Bambang Irianto mengaku bahwa kehadiran Prof. Hendrik Slabbinck ke kampung WNS merupakan langkah awal bagi Wonosari go Green untuk Go Internasional.

Prof. Hendrik Slabbinck tour mengeliling WNS go green. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Karena itu ia akan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) warga WNS, terutama dalam hal menggunakan bahasa Internasional bahasa Inggris.

“Nanti kami akan minta ke perguruan tinggi untuk memberikan pelajaran berbahasa Inggris bagi warga,” ujarnya, Sabtu (14/5/2022).

Sebab jika ada kunjungan tamu dari luar negeri standar-standar ilmiah harus dipenuhi. Maka kampung yang sudah memasuki tahap Go Intenasional harus benar-benar berkelanjutan dan edukatif. Inovasi demi inovasi juga harus terus ditambahkan.

“Suatu kehormatan bagi kami mendapatkan kunjungan Prof. Hendrik Slabbinck dari Ghent University. Semoga nantinya beliau akan mempublis agar nama kampung ini mendunia,” harapnya.

Lebih lanjut disampaikan Bambang Irianto, kehadiran Prof. Hendrik Slabbinck di WNS go Green tidak terlepas dari MoU yang sudah terjalin dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB). Dari kerjasama itulah, jika UB menerima kunjungan tamu dari luar, seringkali kemudian diajak ke Wonosari Go Green dan rumah prestasi Glintung Go Green.

“Itulah arti pentingnya membangun kampung harus menjalin kerjasama kolaborasi dengan berbagai stake holder terutama perguruan tinggi agar kita dapat asupan ilmu,” tuturnya.

Sementara itu, Prof. Hendrik Slabbinck mengaku sangat kagum dan terkesan dengan keramahan yang ditunjukkan warga WNS go Green. Terutama pada saat menerima tamu.

“Kesan pertama yang bisa didapatkan adalah keramahan waega Wonosari go Green. Saya sangat tersentuh dengan sambutan warga.
Terimakasih atas keramahannya,” akunya.

Karena menurutnya, di negara-negara Eropa sendiri masyarakatnya tidak seguyub ini. Dimana nilai-nilai yang ada di kampung ini adalah nilai kebersamaan. Sedangkan di Eropa itu lebih ke individualis.

“Ini adalah sesuatu yang baru yang saya lihat di Indonesia khususnya di Wonosari Go Green,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Prof. Hendrik Slabbinck juga mengaku kagum dengan tim musik Dewi Godong.

“Terus terang saya tidak menyangka bahwa personelnya sudah berusia lanjut tapi masih bisa aktif berkesenian musik. Saya sangat mengepresiasi grup musik Dewi Godong ini,” ujarnya.

Ia berharap tahun depan dirinya dapat kembali lagi ke Wonosari go Green dengan membawa beberapa temannya.

“Pengalaman yang didapat dari Malang ini akan saya bawa sebagai oleh-oleh dan akan saya sampaikan di Ghent University. Kami berharap aktivitas ini akan tetap berlangsung. dan bisa terus menginspirasi,” pungkasnya. (Agus N)