Reportasemalang – Melati Hospital Satsuitubun, rumah sakit tipe C dengan konsep butik hospital bernuansa seperti hotel, resmi beroperasi pada Rabu (15/10/2025). Peresmian ditandai dengan acara tasyakuran yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan pemerintah daerah.
Rumah sakit ini mulai berdiri sejak 8 Agustus 2025 dan mengusung konsep “homie”, yakni suasana yang nyaman dan akrab layaknya di rumah. Direktur Melati Hospital Satsuitubun, dr. Yusufa Ibnu Sina Setiawan, M.H., C.C.D., CMPS, menyebut bahwa konsep tersebut diharapkan mampu mempercepat proses penyembuhan pasien.
“Konsep rumah sakit kami adalah butik hospital yang homie. Harapannya, suasana ini bisa membuat pasien merasa nyaman sehingga mempercepat proses penyembuhan,” ujar Yusufa.
Melati Hospital Satsuitubun memiliki lima lantai dengan kapasitas 100 tempat tidur. Sebagai rumah sakit tipe C, layanan yang tersedia mencakup berbagai bidang, antara lain penyakit jantung, saraf, penyakit dalam, serta layanan ibu dan anak.
Fasilitas rumah sakit meliputi IGD 24 jam, laboratorium, radiologi (x-ray), poli spesialis rawat inap, kamar operasi, ICU, dan NICU. Selain itu, tersedia pula layanan penjemputan pasien untuk perusahaan mitra.

Saat ini, pihak rumah sakit tengah memproses kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Namun, Yusufa menjelaskan bahwa akreditasi menjadi syarat utama dan hanya dapat dilakukan setelah rumah sakit beroperasi minimal selama tiga bulan. Proses ini diperkirakan memakan waktu antara satu hingga dua tahun.
“Dalam hal sumber daya manusia, rumah sakit telah memiliki sejumlah dokter spesialis, antara lain dua dokter kandungan, dua dokter anak, dua dokter penyakit dalam, dua dokter bedah, satu dokter mata, dan satu dokter saraf. Layanan ortopedi dan urologi juga sedang dalam tahap persiapan,” ungkapnya.
Lokasi rumah sakit yang berada di perbatasan Kota dan Kabupaten Malang dipilih secara strategis untuk menjangkau pasien dari wilayah Blitar, Tulungagung, dan sekitarnya. Keberadaan akses tol diharapkan semakin mempermudah masyarakat dari luar kota untuk berobat.
Anggota DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi, yang turut hadir dalam acara peresmian, menyambut baik kehadiran rumah sakit ini. Menurutnya, Melati Hospital Satsuitubun bisa menjadi solusi atas keterbatasan pelayanan kesehatan, terutama terkait ketersediaan kamar rawat inap.
“Saya sering menerima keluhan dari masyarakat tentang kurangnya kamar dan pelayanan. Semoga kehadiran rumah sakit ini bisa menjadi solusi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ucap politisi PKB itu.
Ia juga mendorong percepatan proses akreditasi dan kerja sama dengan BPJS agar masyarakat dapat segera mengakses layanan secara lebih terjangkau.
Salah satu pengunjung, Karjono, warga Kecamatan Sukun, juga mengungkapkan kesannya terhadap suasana rumah sakit tersebut.
“Waktu pertama masuk, saya tidak merasa seperti di rumah sakit. Lebih mirip hotel. Suasananya nyaman,” ujarnya sambil berseloroh, “Seandainya orang datang untuk berobat, mungkin sudah sembuh duluan,” tuturnya.
Hadirnya Melati Hospital Satsuitubun sekaligus memperluas jaringan layanan kesehatan dari Melati Husada Group. Rumah sakit ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan fasilitas kesehatan yang nyaman, mudah diakses, dan terjangkau.