Search
Close this search box.
11 Juli 2024

Gelar Expert Talk, Departemen Manajemen FEB UB Undang Dua Kepala Daerah Bahas Smart City

Reportasemalang
Expert Talk FEB UB. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang – Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) menggelar Expert Talk. Bertajuk ‘Public Sector Leaders Reshaping Smart City Branding Horizon’ di Gedung Utama FEB UB, Selasa (21/5/2024).

Dengan menghadirkan dua Kepala Daerah sebagai narasumber yakni Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, S.T. M.H dan Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, SE.

Ketua Departemen Manajemen FEB UB Dr. Nanang Suryadi, S.E., M.M. mengatakan, Expert Talk merupakan salah satu kegiatan dari Departemen Manajemen FEB UB. Dimana Departemen Manajemen selain mengajarkan teori, tetapi juga memberikan pengalaman secara praktek kepada mahasiswa dengan mengembangkan bisnis.

“Kita berikan wawasan kepada mahasiswa dari para expert yakni Bupati Ngawi dan Gresik
untuk memberikan wawasan terkait dengan smart city. Dimana mereka mengelola kota secara cerdas, sehingga itu bisa mensejahterakan masyarakat yang ada di daerah masing-masing,” ujarnya.

Reportasemalang
Ketua Departemen Manajemen FEB UB Dr. Nanang Suryadi, S.E., M.M. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Dua kepala daerah ini dipilih sebagai narasumber karena memiliki prestasi yang sangat baik dalam mengelola kota atau daerahnya masing-masing.

Dari Ngawi ini prestasinya adalah bagaimana mereka mengembangkan Agrobisnis dengan mengembangkan pertanian organik. Sekaligus melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk lebih produktif namun tetap ramah lingkungan.

“Sedangkan dari Gresik kita ingin melihat bagaimana mereka mengatasi kota yang sangat ramai dan banyak industri. Sehingga dari mahasiswa bisa melihat pengalaman bagaimana pemerintah daerah di sana bisa mengelola industri dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nanang menyampaikan, Departemen Manajemen FEB UB juga menyiapkan agar mahasiswa bisa menjadi entrepreneur yang peduli dengan lingkungan sosial. Sekaligus mampu memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

“Sehingga ketika sudah lulus dan kembali ke darehnya masing-masing mereka bisa memberikan solusi. Paling tidak mereka bisa mendirikan bisnis yang mereka minati di daerah-daerah masing-masing,” pungkasnya.