Search
Close this search box.
11 Juli 2024

Gandeng ABI, UNITRI Gelar Seminar Internasional “Biochar for Carbon Capture and Storage to Achieve Sustainable Development Goals”

Reportasemalang
Seminar Internasional Biochar for Carbon Capture and Storage to Achieve Sustainable Development Goals. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang pertama kalinya menggelar Seminar Internasional dengan tema “Biochar for Carbon Capture and Storage to Achieve Sustainable Development Goals”. Bekerjasama dengan Asosiasi Biochar Indonesia (ABI), Universitas Mataram, dan Universitas Oriental Timor Lorosa’e.

Bertempat di Hotel Montana II Malang, seminar internasional ini diikuti 100 orang peserta dari dalam dan luar negeri. Diantaranya dari Jepang, India, Malaysia, Cina dan Gambia dan Timor-Leste, Senin (3/6/2024).

Wakil Rektor I UNITRI sekaligus Ketua Panitia Seminar, Prof.Dr.Ir.Widowati, MP mengatakan,
UNITRI sangat memandang penting arti sebuah Biochar atau arang. Karena Biochar ini merupakan salah satu bahan pembenah tanah yang bermanfaat untuk memperbaiki kesuburan tanah.

“Sebab Biochar mengandung karbon yang tinggi sehingga karbon ini adalah bahan organik yang bisa meningkatkan bahan organik tanah yang itu adalah kunci kesuburan tanah,” terang Prof Widowati dalam pembukaan Seminar Internasional ini di Science Techno Park (STP) Kampus II UNITRI, Minggu (2/6/2024).

Reportasemalang
Ketua Panitia Seminar, Prof.Dr.Ir.Widowati, memberikan sambutan. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Selain itu lanjut Prof Widowati, Biochar juga mampu untuk mitigasi perubahan iklim. Karena kemampuannya menyerap karbon.

“Perubahan iklim itu kan karena CO2 tinggi. Konsentrasi di udara sangat jenuh. Jadi dengan memproduksi bahan-bahan organik dalam bentuk pirolisis itu karbonnya tidak hilang menguap ke udara. Tapi dia bisa ditampung dan bisa menurunkan gas CO2 di atmosfer,” jelasnya.

Disampaikan Prof Widowati, UNITRI telah melaksanakan seminar nasional pertama kali tahun 2012. Dan pada saat ini di UNITRI untuk pertama kalinya melaksanakan seminar internasional.

“Kita mencoba untuk menggandeng beberapa Mitra agar bisa bersama-sama kami dalam menyelenggarakan seminar internasional ini. Tapi yang jelas inisiatif dan penyelengga utama adalah dari UNITRI bekerjasama dengan ABI,” ungkapnya.

Menurut Prof Widowati, tujuan utama dari seminar internasional ini adalah untuk memperkenalkan Unitri di kalangan banyak orang. Bukan hanya di Indonesia tapi juga di banyak negara.

“Lewat seminar Biochar ini orang tahu UNITRI. Karena Biochar merupakan salah satu produk unggulan UNITRI. Dimana UNITRI mempunyai laboratorium Bio Energi yang memproduksi Biochar,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua ABI Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D, mengapresiasi seminar internasional Biochar for Carbon Capture and Storage to Achieve Sustainable Development Goals. Yang digagas oleh Universitas Tribhuwana Tunggadewi bekerja sama dengan Asosiasi Biochar Indonesia (ABI).

Terlebih, ABI sangat berkepentingan terhadap pengembangan biochar yang sangat bermanfaat untuk kepentingan pertanian dan lingkungan hidup. ABI dan mitra kerja ABI diharapkan bahu membahu untuk memberi solusi terkait kesuburan tanah, produktivitas tanaman, dan melakukan mitigasi pemanasan global.

“ABI akan terus mendukung upaya-upaya berbagai pihak yang meneliti, menekuni dan mempraktikkan penggunaan biochar di lapangan,” ujarnya.

ABI juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UNITRI, perguruan tinggi, dan perusahaan, instansi yang hadir mengikuti seminar ini. Termasuk para nara sumber, baik dari dalam maupun luar negeri yang menyampaikan pengetahuan dan pengalamannya terkait biochar.

“ABI siap bekerjasama dengan siapapun dengan dasar saling menguntungkan. Sesuai dengan misi ABI untuk mengembangkan penelitian biochar dan teknologi produksi biochar untuk penggunaan di bidang pertanian, kelestarian lingkungan dan bidang ilmu-ilmu lain,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam Seminar ini dihadirkan sejumlah narasumber yakni:

  1. Prof. Dedy Nursyamsi (Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian).
  2. Assoc Prof. Dr. Rosazlin Abdullah (Universiti Malaya, Kuala Lumpur).
  3. Yasuyuki Okimori, Ph.D (Japan Biochar Research Center, Ritsumeikan University dan Chairman, Japan Biochar Association)
  4. Ir. Fauzi (PT Great Giant Pinneaple-GGP)