21 Mei 2026

FMIPA UB Resmi Berganti Nama Jadi FSTeM, Jawab Tantangan Globalisasi dan Teknologi

FMIPA UB Resmi Berganti Nama Jadi FSTeM, Jawab Tantangan Globalisasi dan Teknologi
Ketua Senat Prof Sasmito Djati bersama Dekan FSTeM di depan Identitas baru FSTeM

Bagikan :

Reportasemalang – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya (UB) resmi berganti nama menjadi Fakultas Sains, Teknologi dan Matematika (FSTeM). Perubahan nama tersebut menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi, digitalisasi, dan kebutuhan ilmu pengetahuan multidisiplin di era globalisasi.

Perubahan nama fakultas ini telah melalui proses panjang selama kurang lebih tiga tahun. Transformasi tersebut dilakukan tanpa meninggalkan identitas dasar ilmu matematika dan sains yang selama ini menjadi fondasi utama FMIPA.

Ketua Senat Akademik FSTeM UB, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., IPU., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa perubahan cepat di era teknologi dan ilmu pengetahuan mendorong fakultas untuk beradaptasi.

“Selama tiga tahun terakhir kami melihat perubahan yang sangat cepat di era knowledge dan teknologi. Perubahan itu memengaruhi kultur dan budaya masyarakat. Sebagai ilmu dasar yang mendasari semua ilmu pengetahuan, kami harus menyiapkan diri,” ujarnya.

Ia menegaskan, perubahan nama bukan berarti meninggalkan cita-cita dan identitas lama FMIPA, melainkan bentuk pengembangan agar lebih relevan dengan kebutuhan zaman.

Menurutnya, paradigma ilmu pengetahuan kini tidak lagi berdiri sendiri seperti sebelumnya. Perkembangan komputasi dan teknologi digital membuat batas antarbidang ilmu semakin terbuka dan saling terhubung.

“Dulu ketika berbicara matematika dan IPA, seolah seperti bangunan tertutup. Biologi, fisika, kimia berjalan sendiri-sendiri. Sekarang ketika masuk dunia komputasi dan teknologi digital, semua sudah tidak ada batasnya,” katanya.

Rapat Pleno FSTeM UB

Karena itu, FMIPA memutuskan menggunakan nama Fakultas Sains, Teknologi dan Matematika (FSTeM) sebagai bentuk penyesuaian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern.

“Kami tidak meninggalkan matematika, biologi, kimia, dan fisika karena itu dasar dari semua ilmu. Tetapi kami ingin mengarah pada masyarakat yang knowledge driven dan kontekstual,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan FSTeM UB, Prof. Ir. Sukir Maryanto, S.Si., M.Si., Ph.D., mengatakan perubahan nama dilakukan untuk memperluas ruang pengembangan program studi yang kini semakin beragam.

“Perubahan nama ini kami anggap perlu untuk membesarkan MIPA agar dapat mewadahi program studi baru seperti bioinformatika, sains data, aktuaria, dan lainnya,” jelasnya.

Ia menilai paradigma pendidikan saat ini menuntut pendekatan multidisiplin, sehingga pengembangan fakultas tidak lagi bisa dilakukan secara mono disiplin.

“Ilmu sekarang tidak bisa lagi mono disiplin, tetapi harus multidisiplin. Itu yang akan berkembang di FSTeM,” ujarnya.

Saat ini FSTeM UB memiliki 19 program studi yang terdiri atas 10 program sarjana (S1), 5 program magister (S2), dan 4 program doktor (S3). Selain itu, UB juga telah mendapatkan persetujuan pembukaan program doktor baru, yakni S3 Statistik dan Analisis Bisnis.

Ke depan, FSTeM ditargetkan menjadi pusat gravitasi baru pengembangan sains, teknologi, dan matematika di Indonesia sekaligus mendukung berbagai program strategis pemerintah.

“Ini era baru dari MIPA. Kami tidak meninggalkan era MIPA, tetapi menuju era STeM yang memiliki peluang lebih besar untuk berkembang, memberi dampak, dan menjawab tantangan global,” pungkas Sukir.