Reportasemalang – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menegaskan komitmennya untuk terus menjadi kampus vokasi yang berdampak dan berkelanjutan dalam momentum peringatan Dies Natalis ke-44 tahun 2026. Hal tersebut disampaikan Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T. saat perayaan Dies Natalis ke-44 Polinema.
Menurut Supriatna, usia 44 tahun merupakan perjalanan panjang bagi Polinema sejak berdiri pada 1982 hingga kini. Selama itu pula, Polinema konsisten mengemban amanah untuk berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan umum melalui pendidikan tinggi vokasi.
“Mandat Polinema sejak awal tetap sama, namun cara menerjemahkannya harus adaptif terhadap perkembangan zaman, teknologi, perubahan generasi, serta tantangan masa depan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa Polinema tidak hanya dituntut untuk tumbuh secara kuantitas, seperti jumlah mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, maupun sarana prasarana, tetapi juga harus berkembang dari sisi kualitas. Oleh karena itu, Polinema terus mendorong penerapan continuous improvement sebagai kunci menghadapi tantangan ke depan.
Dalam mewujudkan kampus berdampak, Supriatna menegaskan Polinema tidak boleh menjadi “menara gading”, melainkan harus hadir di tengah masyarakat dan dunia industri untuk memberikan solusi nyata. Komitmen tersebut diterjemahkan melalui nilai baru Polinema bertajuk PRIMA, yakni Problem Solving, Integrity, Maturity, dan Advance Services.
“PRIMA menjadi fondasi agar Polinema mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, dunia usaha dan industri, serta bangsa dan negara,” jelasnya.
Terkait inovasi, Polinema terus mendorong pengembangan di berbagai bidang, mulai dari kurikulum, pembelajaran, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Salah satu inovasi yang tengah diinisiasi adalah penguatan pendidikan berbasis digital dan jarak jauh dengan dukungan Learning Management System (LMS) serta penyediaan studio pembelajaran.
“Inovasi bertujuan agar pendidikan vokasi Polinema semakin adaptif, efektif, efisien, dan produktif sesuai kebutuhan generasi dan perkembangan teknologi,” tambahnya.
Polinema juga melanjutkan program ribuan inovasi karya mahasiswa. Hingga kini, tercatat lebih dari 1.500 karya inovatif mahasiswa yang dihasilkan melalui tugas akhir dan penelitian berbasis kebutuhan masyarakat dengan menggandeng mitra industri dan komunitas di Malang Raya dan sekitarnya.
Di bidang prestasi, hingga akhir 2025 Polinema meraih 10 penghargaan tingkat nasional dari kementerian, terdiri atas enam peringkat pertama, dua peringkat kedua, dan dua peringkat ketiga. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak di tingkat nasional.
Pada level internasional, Polinema untuk pertama kalinya mengikuti pemeringkatan Applied Higher Education (AppliedHE) tingkat Asia dan berhasil menempati peringkat 201–220 Asia. Sementara itu, dalam UI GreenMetric World University Rankings, Polinema meraih peringkat terbaik pertama nasional untuk kategori politeknik, peringkat 48 nasional dari sekitar 1.700 perguruan tinggi, serta berada di peringkat 400-an dunia.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa Polinema terus bergerak menuju kampus vokasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global,” pungkas Supriatna.