Search
Close this search box.
11 Juli 2024

Dibuka Kapolda Jatim, Pesmaba UMM Dimeriahkan Atraksi Terjun Payung dan Jasmob

Kapolda Jatim bersama Rektor UMM menyematkan topi kepada perwakilan Maba. (Foto: Agus N/reportasemalang)
Kapolda Jatim bersama Rektor UMM menyematkan topi kepada perwakilan Maba. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang.com – Ribuan Mahasiswa Baru (Maba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti pembukaan rangkaian Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba), Selasa (12/9/2023). Yang ditandai dengan pelepasan ribuan burung endemik Jawa, aktraksi terjun payung, hingga formasi jasmob.

Bertempat di Helipad UMM, Pesmaba tahun akademi 2023/2024 ini dibuka langsung Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jatim, Irjen Pol Dr. Toni Harmanto MH.

Dalam sambutannya, Kapolda menilai Maba UMM memiliki potensi yang luar biasa untuk sukses dan ikut membangun Indonesia. Walaupun kesuksesan itu sendiri memang tidak bisa diraih dengan mudah, pasti ada jalan terjal.

“Maka pesan saya, jangan pernah menyerah sekalipun terjatuh berkali-kali,” tuturnya.

Peran penting anak muda juga harus ditopang dengan potensi besar yang dimiliki Indonesia. Di antaranya potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah, geografis yang strategis, ekonomi yang diprediksi akan menjadi salah satu yang terbesar, energi baru terbarukan, dan lainnya.

“Begitupun dengan sumber daya manusia Indonesia yang dinilai mampu memberikan kontribusi solusi atas banyak problem masyarakat,” ucapnya.

Aksi penerjun payung membawa bendera UMM. (Foto: Agus N/reportasemalang)
Aksi penerjun payung membawa bendera UMM. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Meski begitu, pengembangan potensi itu dihadapkan pula dengan tantangan. Misalnya korupsi, krisis narkoba, kesenjangan sosial, isu-isu agama, serta keamanan dan terorisme.

“Maka dari itu, kalian sebagai generasi muda yang bersemangat dan inovatif harus bisa memanfaatkan segala potensi yang ada. Sekaligus mampu menaklukkan tantangan yang menghadang,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Rektor UMM, Prof Dr Fauzan M.Pd menyematkan almamater kepada Kapolda Jatim dan menjadikannya sebagai warga kehormatan UMM.

Sementara itu, Rektor UMM, Prof Dr Fauzan MPd mengatakan, UMM sudah menerapkan mekanisme lulus tanpa skripsi pada 2018 lalu. Bahkan jauh sebelum Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendikbudristek RI) mengeluarkan kebijakan skripsi bukan lagi sebagai syarat kelulusan.

“UMM sudah menggunakan mekanisme ekuivalensi dengan berbagai prestasi yang dimiliki mahasiswa untuk menggantikan skripsi,” tegasnya.

Selain itu, UMM selalu menyediakan wadah terbaik agar semua potensi bisa berkembang. Salah satu yang menarik adalah Center of Excellence berbasis program studi serta skema pengabdian masyarakat yang fleksibel.

“UMM mampu mememberikan jaminan lulus 3,5-4 tahun bagi mahasiswanya melalui berbagai mekanisme yang ada. Mekanisme KKN untuk pengabdian masyarakat dapat dilakukan sejak semester dua dan mekanisme tugas akhir pengganti skripsi yang beragam. Bisa dengan prestasi akademik maupun non-akademik,” tandasnya.

Jasmob Maba UMM. (Foto: Agus N/reportasemalang)
Jasmob Maba UMM. (Foto:Ist /reportasemalang)

Penanggungjawab Acara, Ir Suyatno MSi mengatakan, momen pelepasan burung menjadi komitmen tinggi UMM mendukung gerakan green and clean. Sekaligus bukti keseriusan Kampus Putih untuk membantu mencapai target sustainable development goals (SDGs) dan menjaga lingkungan dari kerusakan.

“Globe raksasa ini menjadi lambang semangat kami untuk merawat bumi dan menjaga lingkungan. Ada banyak jenis burung di dalamnya, seperti burung tekukur, perkutut, kutilang, emprit, dan lain sebagainya. Kami ingin masyarakat juga tergerak melakukan hal sama, bukan malah merusak alam bumi dan isinya,” terang Suyatno.

Hal lain yang tak kalah menarik adalah atraksi sepuluh penerjun yang merupakan dukungan dari Mabes Polri Korps Brimob. Mulai dari bendera merah putih, Pesmaba UMM, Center of Excellence, Center for Future Work, UMM Pasti dan lain sebagainya. Sepuluh penerjun itu berhasil mendarat dengan selamat di tengah heliped UMM dan dihadapan ribuan mahasiswa baru.

Jika tahun lalu menyuguhkan jasmob dan flashmob secara statis, maka di 2023 ini 6.000 mahasiswa UMM memberikan sentuhan unik, yakni jas merah mob yang dinamis. Jadi, gerakan yang ada memungkinkan formasi dapat bergerak dengan motion.

Jas Merah Mob ini juga unik dan berbeda karena tidak menggunakan kertas atau paper. Para maba hanya menggunakan warna pada topi serta almamater yang dikenakan.

“Hal ini tentu menjadi cara UMM untuk mendukung gerakan green and clean dalam bidang lingkungan,” ucap Koordinator JasMerahMob, Jamroji SSos MComms.

Ada 32 formasi yang sukses diperagakan oleh lebih dari 6.000 mahasiswa baru UMM. Ada formasi yang membentuk tulisan generasi tangguh, logo asean, logo SDGs, Center for Future Work, UMM Pasti, No Poverty, dan berbagai bentuk lainnya.