Search
Close this search box.
14 Juli 2024

Bahas Perubahan Perilaku di Era Digitalisasi, Prodi Psikologi Uniga Malang Gelar Seminar Nasional

Seminar Nasional Perubahan Perilaku di Era Digitalisasi. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang – Universitas Gajayana (Uniga) Malang melalui program studi Psikologi menggelar seminar nasional bertajuk Perubahan Sosial di Era Digitalisasi. Yang bertempat di Gedung Pasca Sarjana, Jumat (3/11/2023).

Dengan menghadirkan dua narasumber,  yakni Prof. Drs. Koentjoro Soeparno, MBSc, PhD, dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan M Untung Manara Ph.D dari Universitas Merdeka (Unmer) Malang.

Kaprodi Psikologi Uniga, Moersito Wiimbo Wibowo, S. Psi., MA menjelaskan, dalam seminar nasional ini, topik utama yang diangkat terkait perubahan perilaku di era digitalisasi. Isu ini penting untuk dibahas karena merupakan fenomena nyata yang terjadi saat ini.

“Apalagi sekarang muncul Artificial Intelligence (AI). Sehingga hal ini perlu diluruskan bahwa kehadiran AI itu tidak boleh membuat kita panik, tapi harus lebih siap menghadapinya,” tuturnya.

Disampaikan Moersito, di era digitalisasi membawa kesempatan dan tantangan untuk semua orang. Sehingga dengan menggelar seminar ini, pihaknya ingin memberikan  pengetahuan baru kepada para mahasiswa.

“Seminar ini memberikan pengetahuan baru bagi mahasiswa. Artinya ini salah satu proses tindakan preventif, dimana kita harus semakin sadar dan awere dengan era digitalisasi. Serta semakin peka untuk menerima itu,” tandasnya.

M. Untung Manara Ph.D. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Sementara itu, salah satu narasumber, Prof. Drs. Koentjoro Soeparno, MBSc, PhD, membawakan materi terkait dengan perubahan sosialdari revolusi industri, kesadaran HAM, big data, Covid 19, Chimerika hingga Digitalisasi dan Dampaknya pada Perilaku Manusia.

“Dunia kita selalu berubah dan perubahan itu sendiri selalu menghasilkan perubahan. Karenanya perubahan sosial tidak pernah terhenti, sehingga kita wajib adjust dan adapt,” ucapnya.

Prof Koentjoro menambahkan, perubahan sosial mempunyai dua bentuk. Yakni perubahan sosial yang terencana dan tidak terencana. Contoh dari perubahan sosial terencana yakni pembangunan. Sedang perubahan tidak terencana contohnya yakni bencana alam.

“Ada perubahan sosial yang tidak terencana tapi seperti  terencana, yakni gaya hidup. Ada perubahan sosial yang terencana tapi seperti  tidak terencana, contohnya adalah Perang,” terangnya.

Sementara itu, Untung Manara Ph.D memaparkan tentang Nudge dan Perubahan Sosial. Dijelaskan Nudge sendiri merupakan teori yang memanfaatkan temuan-temuan yang ada di psikologi. Dimanfaatkan untuk mendorong perilaku sosial supaya perilaku itu mengarahkan kepada perilaku-perilaku yang lebih baik.

“Jadi bagaimana kita mendorong perilaku seseorang tanpa paksaan tapi mengarahkan. Tanpa orang yang diarahkan ini menyadari bahwa mereka ini diarahkan,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan Untung, pada dasarnya proses pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari oleh kebanyakan orang itu bersifat irasional. Karena kalau orang itu berpikir rasional, tentu tidak akan ada orang yang merokok, atau tidak orang yang malas olahraga.

“Karena orang yang berpikir rasional itu orang yang akan memperhitungkan untung rugi dari sebuah perilaku. Kalau itu akan menguntungkan, akan dijalankan. Tapi kalau itu tidak menguntungkan, maka akan tidak dilakukan,” pungkasnya.