8 April 2026

Universitas Brawijaya Jadi Tuan Rumah SEA Teacher SEAMEO, Diikuti 45 Negara

Southeast Asian Ministers of Education Organization

Bagikan :

Reportasemalang – Universitas Brawijaya (UB) menjadi tuan rumah kegiatan SEA Teacher SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization) yang diselenggarakan dalam bentuk pertemuan evaluasi program. Acara yang digelar secara hybrid ini berlangsung selama dua hari, Selasa – Rabu (5 – 6 Agustus 2025).

Diikuti sekitar 300 peserta dari 45 negara, termasuk negara ASEAN serta mitra seperti Jepang, Kanada, Jerman, dan Prancis.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pertukaran calon guru (student teacher exchange) yang menjadi fokus utama SEAMEO dalam meningkatkan kualitas pendidikan di kawasan Asia Tenggara.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., Ph.D.Med.Sc., menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan menjadi tuan rumah kegiatan bertaraf internasional ini. Menurutnya, SEA Teacher adalah platform penting untuk membangun jejaring pendidikan global, terutama bagi calon guru dari berbagai negara.

“Ini adalah momen penting dan membanggakan bagi Universitas Brawijaya untuk memperluas kerja sama internasional di bidang pendidikan,” ujar Prof. Widodo, Selasa (5/8/2025).

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., Ph.D.Med.Sc.

Ia menjelaskan bahwa SEAMEO awalnya hanya melibatkan negara-negara ASEAN, namun kini telah berkembang dengan melibatkan negara mitra seperti Jepang, Kanada, Jerman, dan Prancis.

Wakil Ketua Pelaksana SEA Teacher SEAMEO, Dr. Ive Emaliana, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa total peserta yang hadir secara langsung di Gedung Algoritma FILKOM UB mencapai 120 orang, termasuk 55 peserta dari luar negeri.

Sementara itu, peserta daring berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, dengan total peserta keseluruhan mencapai 300 orang.

“Ada 45 negara yang berpartisipasi, termasuk negara mitra seperti Jepang dan Kanada. Ini menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program SEA Teacher,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga mencakup sesi evaluasi pelaksanaan program pertukaran selama setahun terakhir, perumusan pengembangan program ke depan, serta proses “matching” antar universitas peserta.

“Proses matching ini seperti jodoh-jodohan antaruniversitas. Misalnya, UB bisa mengirimkan lima calon guru ke University of Malaya,” jelasnya.

Selain itu, UB juga menyediakan program cultural immersion untuk para peserta agar bisa mengenal budaya lokal, termasuk berkeliling Kota Malang.

Direktur Sekretariat SEAMEO, Datuk Dr. Habibah Abdul Rahim menegaskan, program SEA Teacher merupakan bagian dari prioritas SEAMEO dalam mendukung revitalisasi pendidikan di Asia Tenggara, melalui penguatan kompetensi calon guru.

“SEA Teacher ini sudah masuk batch ke-10. Setiap tiga hingga empat tahun, para pelajar akan berkembang menjadi guru di universitas-universitas Asia Tenggara,” katanya.

Menurutnya, evaluasi berkala sangat penting agar program ini terus berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Kaunsel kami terdiri dari menteri pendidikan di 11 negara ASEAN. Kami memberi ruang terbuka untuk semua universitas yang ingin mengirim atau menerima pelajar. Tidak dipilih oleh SEAMEO, tapi berdasarkan kesiapan dan minat institusi,” tambahnya.

Universitas Brawijaya terpilih menjadi tuan rumah berdasarkan hasil polling dan dinilai sebagai salah satu institusi yang paling siap serta responsif dalam mendukung agenda pendidikan internasional.