Search
Close this search box.
12 Juli 2024

Tingkatkan Kemampuan SDM, Warga Desa Punten Ikuti Pelatihan Digital Branding

Reportasemalang
Foto bersama peserta pelatihan Digital Branding. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

ReportasemalangKota Batu, Puluhan warga Desa Punten antusias mengikuti Pelatihan Digital Branding dan Pemasaran. Pelatihan ini merupakan hasil Pokok-pokok Pikiran (Pokir) salah satu Anggota DPRD Kota Batu Fraksi PDI Perjuangan, Dapil III Bumiaji, Amirah Ghaida Dayanara.

Bertempat di Balai Desa Punten, pelatih ini dihadiri sekitar 40 orang peserta dari unsur pengelola Desa wisata, Pokdarwis dan unsur UMKM. Dengan menghadirkan dua narasumber, Dr. Atika Candra Larasati, S.IP., M.Si dan Nur Vicky Wahyudi, S.Sn, Senin (19/6/2023).

Dijelaskan Anggota DPRD Kota Batu, Amirah Ghaida Dayanara, pelatihan digital tersebut merupakan salah satu usulan dari masyarakat sendiri. Yang disampaikan di kegiatan jaring aspirasi saat reses.

Reportasemalang
Anggota DPRD Kota Batu Fraksi PDI Perjuangan, Amirah Ghaida Dayanara. Memberikan sambutan. (Foto: Agus N/reportasemalang)

“Jadi ini adalah salah satu pelatihan yang bertujuan untuk mengembangkan Desa Wisata. Dimana pengembangan fisik mungkin sudah sering kita lakukan, namun pengembangan SDM masih kurang diperhatikan,” ujarnya.

Menurutnya, keluhan masyarakat kebanyakan sama. Yaitu terkait dengan dukungan kepadW Desa wisata, baik dalam bentuk fisik maupun SDM yang memang secara berkelanjutan ini belum dirasakan di masyarakat.

“Dalam artian harus ada pendampingan antara Dinas Pariwisata dan kami selaku legislatif untuk mendukung Desa Wisata. Agar dari segi fisik dan SDM-nya tidak ada keluhan dari masyarakat maupun wisatawan,” tuturnya.

Pelatihan semacam ini, lanjut Amirah, bukan hanya tanggungjawab dari dinas saja. Tapi juga dari anggota Dewan yang berada di legislatif.

“Apalagi kami sebagai Anggota Dewan memang punya Pokir untuk bisa mendukung pengembangan SDM masyarakat di Desa Wisata,” ungkapnya.

Selain pelatihan Digital, Pokir Amirah juga diwujudkan dalam bentuk kursi wisata sejumlah 9 buah. Yang juga merupakan salah satu usulan dari masyarakat yang disampaikan saat penjaringan aspirasi.

Reportasemalang
Dr. Atika Candra Larasati, S.IP., M.Si. memaparkan materi Digital Branding. (Foto: Agus N/reportasemalang)

“Kursi itu nanti akan difungsikan di rest area yang intinya untuk mendukung keberadaan Desa Wisata Punten itu sendiri,” tandasnya.

Selain di Desa Punten, pelatihan Digital Branding juga diberikan kepada warga Desa Sumbergondo, Bulukerto dan Desa Gunungsari.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Sidiq, menyambut baik gelaran pelatihan Digital Branding dan Pemasaran. Yang diinisiasi Pokir salah satu Anggota DPRD Kota Batu, Amirah Ghaida Dayanara.

Menurutnya, pelatihan ini sejalan dengan program Pemkot Batu dalam pengembangan Desa Wisata. Dimana melalui Dinas Pariwisata, Pemkot Batu terus melakukan upaya-upaya pengembangan potensi wisata, termasuk pengembangan Desa wisata.

“Alhamdulillah desa-desa wisata di Kota Batu ini hampir semua sudah masuk naik kelas. Tidak ada yang rintisan lagi, sudah siap berkembang dan maju. Termasuk Desa Punten ini kategori maju,” sebutnya.

Ini semua merupakan kolaborasi peran dari Kepala Desa dan perangkatnya, didukung oleh seluruh komponen masyarakat.

“Kita berharap kolaborasi tiga unsur pemerintah, masyarakat dan anggota DPRD bisa memajukan desa-desa wisata yang ada di Kota Batu,” harapnya.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Kota Batu, mengatakan, dengan adanya pelatihan ini diharapkan para peserta dapat meningkatkan produktifitas. Sekaligus mampu berkolaborasi ataupun kerjasama sehingga nanti bisa membangun jaringan yang lebih luas.

“Kemudian nanti harapannya peserta mampu melakukan promosi secara berkesinambungan. Sehingga bisa mengembangkan jaringan dan meningkatkan brand warnes dari Desa Wisata Punten.

Sementara itu salah satu narasumber, Dr. Atika Candra Larasati, S.IP., M.Si pentingnya publikasi melalui media sosial. Utamanya untuk mempromosikan destinasi dan pariwisata di daerah.

Menurutnya, yang penting dalam sosial media adalah konsisten. Setiap hari harus ada yang diupload dan setiap hari ada yang diceritakan bahwa ada yang kita jual.

“Seperti jual di toko setiap hari buka. Mau ada yang beli atau tidak, tetap buka. Sama, di media sosial juga seperti itu,” ucapnya.

“Karena kalau tidak ada publikasi, akan susah juga orang akan mengetahui bahwa di situ ada Desa wisata contohnya. Atau usaha-usaha yang kita jual,” imbuhnya.

Digitalisasi Desa wisata adalah keinginan kementerian Pariwisata, agar bagaimana kemudian Desa bekerjasama atau kemudian masuk di platform online.

Karena itu perlu adanya strategi digitalisasi desa wisata. Diantaranya, menyiapkan media online promosi serta menampilkan produk dan wisata pada website atau situs komersil lain.

“Yang tak kalah penting adalah implementasi konten digital creative, kolaborasi dan andalkan keahlian komunikasi verbal dan tulisan,” pungkasnya. (Agus N)