Search
Close this search box.
14 Juni 2024

Sisihkan 45 Peserta, Tim Spectra Doa Dosen ITN Malang Juarai National Tender Competition

Reportasemalang
Tim Spectra Doa Dosen. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang Kota Malang, Tiga mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menorehkan prestasi dengan menjadi juara satu di ajang National Tender Competition, Kompetisi Rancang Bangun (KRB) 2022. Dalam gelaran lomba yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Udayana Bali tersebut, mereka berhasil menyisihkan 45 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Ketiganya adalah Yuda Arya Pangestu, Leonardo Wijaya, Renaldy Priya Hutama. Mereka tergabung dalam tim Spectra Doa Dosen.

Mewakili timnya, Leonardo Wijaya mengatakan, ada beberapa tahapan seleksi yang harus dilalui sebelum akhirnya berhasil menyabet juara. Pertama adalah proses seleksi dokumen tender.

“Dalam hal ini yang pertama dinilai adalah dokumen tender yang terdiri dari rekapitulasi volume, rekapitulasi harga, serta strategi dan pelaksanaan di lapangannya,” ujarnya, saat ditemui di ruang humas ITN Malang, Rabu (11/5/2022).

Setelah dokumen tender diseleksi, kemudian diambil 5 finalis yaitu tim mereka dari ITN Malang, dua tim dari ITS Surabaya, Polines Semarang, dan UNR Bali.

“Untuk dokumen penawarannya kita kirim secara online. Tapi pada saat presentasi final, kita datang langsung ke kampus Udayana Bali,” sebutnya.

Di Udayana mereka diminta untuk presentasi secara tertutup selama 10 menit, kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab selama 15 menit. Setelah presentasi, malamnya langsung dilakukan pengumuman final.

Lebih lanjut disampaikan Leonardo, untuk lomba tender kali ini mereka merencanakan membangun gedung 3 lantai dengan luasan 1.075 m persegi dengan nilai pagu 7,8 milyar. Dari nilai pagu tersebut, mereka kemudian menawarkan efisiensi harga hingga 22 persen dan efisiensi waktu pelaksanaan satu bulan.

“Jadi kami menawarkan harga senilai 6 milyar 50 juta dengan waktu pelaksanaan 180 hari atau 6 bulan,” jelasnya.

Dalam tender yang mereka tawarkan tersebut, tim Spectra Doa Dosen menggunakan strtegi green construction project management serta link construction. Sedangkan untuk inovasi mereka menggunakan inovasi baru yakni feature engineering berbasis aplikasi.

“Jadi kita tidak hanya menerapkan satu inovasi saja, tapi menerapkan tujuh inovasi sekaligus yang didalamnya ada aplikasi dan menawarkan pemeliharaan setelah proyek pembangunan selesai,” ungkapnya.

Untuk green construction project management, ada 12 poin penting menurut Green Building Council Indonesia yang mereka terapkan tentang perawatan lingkungan ditengah proses kontruksi. Dimana pada umumnya dalam proses kontruksi sangat menimbulkan limbah, kebisingan dan pencemaran.

Kemudian untuk link construction yaitu kontrusi ramping dimana tim ini mampu memaksimalkan material yang ada serta waktu yang ada.

“Jadi kita tidak membuang banyak waktu dan tidak banyak membuang material,” terangnya.

Inovasi-inovasi inilah yang menurut para juri menjadi nilai tambah dari tender yang diajukan tim Spectra Doa Dosen.

“Para juri bilang nilai plus dari tim kami adalah inovasi tersebut. Kami banyak melakukan inovasi serta kemungkinan diterapkan dilapangan cukup besar,” pungkasnya. (Agus N)