12 Februari 2026

Hadiri ORDIK Pasca Sarjana UB, Menteri LH Tekankan Kolaborasi Dunia Akademik dan Pemerintah

Hadiri ORDIK Pasca Sarjana UB, Menteri LH Tekankan Kolaborasi Dunia Akademik dan Pemerintah
Menteri Lingkungan Hidup didampingi Rektor UB. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang – Pasca Sarjana Universitas Brawijaya (UB) menggelar Orientasi Pendidikan dan Kemahasiswaan (ORDIK) Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2025/2026 pada 18–19 Agustus 2025. Yang diikuti 2.255 mahasiswa baru program magister dan doktoral.

ORDIK yang digelar di Gedung Samantha Krida UB ini juga menghadirkan Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., sebagai narasumber utama.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup menekankan urgensi kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah dalam menjawab tantangan pembangunan hijau (green development), ekonomi biru (blue economy), serta riset dan inovasi ramah lingkungan.

Disampaikan Dr. Hanif Faisol Nurofiq, hampir di semua lini, pengambilan keputusan Menteri Lingkungan Hidup yang diwakili di daerah oleh Gubernur, Bupati dan Wali Kota dilandaskan kepada scientific base.

“Sehingga peran pasca sarjana ini sangat penting,” tegasnya.

ORDIK Pasca Sarjana UB. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Secara aktual, lanjut Dr Hanif, perguruan tinggi mampu mengejawantakan persetujuan lingkungan yang harus diberikan atau tidak diberikan kepada suatu kegiatan atau proyek.

Kemudian membantu Kementerian Lingkungan Hidup dalam membangun dugaan-dugaan pelanggaran lingkungan yang kemudian berimplikasi kepada pengenaan pidana maupun perdata.

“Jadi Menteri itu tidak bisa menghukum seseorang tanpa ada scientific authority-nya. Tanpa itu, Menteri hampir tidak bisa kemudian sewenang-wenang menerapkan hukum itu,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan Menteri LH, sebagai alumni UB ia mengaku bangga Universitas Brawijaya Malang terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas semua anak didiknya. Dalam rangka menyambut pembangunan di tanah air.

“Sebagai almamater UB tentu kami ingin berbagi beberapa hal yang saya rasa dianggap penting untuk menjadi rujukan-rujukan. Untuk menjadi salah satu literasi dalam rangka meningkatkan kapasitas akademik dari teman-teman di Universitas Brawijaya,” ucapnya.

Menurutnya, tanpa dukungan akademisi, hampir dipastikan kualitas lingkungan hidup akan jauh turun tajam di tengah-tengah kita mendorong ekonomi maju. Terutama sesuai dengan misi Presiden Prabowo Subianto menjadi negara maju di tahun 2045.

“Jadi Ini salah satu langkah pembangun pentahilik di dalam pembangunan kualitas lingkungan hidup,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc, menekankan pentingnya riset sebagai basis utama pendidikan pascasarjana.

Aktivitas belajar mahasiswa pascasarjana berangkat dari riset yang melibatkan kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Tugas mahasiswa adalah mengembangkan ilmu pengetahuan yang tidak sekadar bersumber dari buku teks, melainkan melalui penelitian mendalam yang menghasilkan temuan baru.

“Hasil riset yang berkualitas inilah yang nantinya dituangkan dalam bentuk buku maupun publikasi jurnal ilmiah,” pungkasnya.