Reportasemalang – Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Seminar internasional Understanding Contemporary China, Kamis (2/4/2026). Bertempat di Aula GKB A20, forum ini menghadirkan Konsul Jenderal (Konjen) RRT di Surabaya, Ye Su, serta tokoh media nasional Dahlan Iskan.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UM, Prof. DR. Hariyono, M.Pd mengatakan, memahami Tiongkok tidak cukup hanya melihat sisi modernnya, tetapi harus dari akar sejarah panjang yang membentuk karakter bangsa tersebut.
“Tiongkok bukan sekadar negara, tetapi peradaban besar dengan fondasi sejarah yang kuat,” tegasnya.
Pemahaman ini menjadi hasil penting seminar, terutama dalam membentuk cara pandang mahasiswa terhadap dinamika global.
Dalam paparannya, Dahlan Iskan menekankan bahwa Indonesia tidak perlu meniru Tiongkok secara mentah.
“Namun, sejumlah prinsip dapat diadaptasi, terutama konsistensi, kebijakan, keberanian merancang strategi jangka panjang dan fokus pada sektor strategis seperti industri serta teknologi,” ucapnya.

Sementara itu, Konjen RRT di Surabaya, Ye Su
mengaku siap berbagi pengalaman perkembangan Tiongkok baik dari segi sistem masyarakat maupun dari pengalaman yang sukses yang menurut fakta patut dipelajari oleh negara-negara lain. Termasuk di bidang pendidikan, infrastruktur, pengentasan kemiskinan dan lain-lain.
“Kami sangat berkenan untuk membantu negara-negara lain yang sedang sibuk mencari jalan yang sesuai dengan kodisi negara sendiri untuk memberi inspirasi kepada negara-negara lain. Berbagi pengalaman yang patut dipelajari kepada mereka supaya mereka secepat mungkin bisa mencari jalan perkembangan dan bisa merealisasikan kemakmuran,” ungkapnya.
Lebih lanjut menurut Ye Su, kerjasama dengan UM ada dua aspek. Pertama di bidang pendidikan berupa kerjasama pertukaran mahasiswa.
“Jadi ada mahasiswa dari Tiongkok yang belajar di UM dan juga ada mahasiswa Indonesia yang belajar di Tiongkok. Kemudian yang kedua itu di bidang kebudayaan,” sebutnya.
“Saya yakin pada masa depan, seiring dengan waktunya, pasti kerjasama antara kedua pihak akan menghasilkan hasil yang lebih nyata,” pungkasnya.