3 April 2026

Mahasiswa Sains Data UB Juara 3 PILMAPRES 2026, Kembangkan Konsep Precision Mentoring untuk Guru

Mahasiswa Sains Data UB Juara 3 PILMAPRES 2026, Kembangkan Konsep Precision Mentoring untuk Guru
Mahasiswa FMIPA UB Anthony Tjandra Santoso. (Ist)

Bagikan :

Reportasemalang – Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) Universitas Brawijaya (UB) 2026 telah rampung pada awal Maret. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UB berhasil menorehkan prestasi melalui wakilnya, Anthony Tjandra Santoso, yang meraih Juara 3 kategori Program Sarjana dengan konsep precision mentoring.

Anthony merupakan mahasiswa Program Studi Sains Data angkatan 2024. Ia mengungkapkan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari fokus riset yang diusungnya, yakni pengembangan pendidikan berbasis data (data-driven education).

Dalam penelitiannya, Anthony mengangkat konsep precision mentoring, yaitu pendekatan pelatihan guru yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Menurutnya, selama ini pelatihan guru masih bersifat umum (one-size-fits-all), padahal setiap guru memiliki kebutuhan dan kesenjangan kompetensi yang berbeda.

“Melalui pendekatan seperti clustering kompetensi guru, analisis pembelajaran, dan gap analysis, saya mencoba membangun sistem yang mampu memberikan pembelajaran yang dipersonalisasi bagi setiap guru,” ujarnya saat diwawancarai di Gedung MIPA Center UB.

Ia berharap, sistem tersebut dapat membantu pengembangan guru menjadi lebih adaptif dan efektif.

“Sederhananya, saya ingin mengubah pelatihan guru dari yang umum menjadi lebih personal dan berbasis data, agar dampaknya benar-benar terasa pada kualitas pendidikan di Indonesia,” kata Anthony.

Motivasi Anthony untuk mengikuti PILMAPRES berangkat dari keinginannya untuk terus berkembang dan memaksimalkan potensi dalam waktu yang terbatas. Ia menyadari bahwa ajang tersebut hanya dapat diikuti dua kali selama masa perkuliahan, yakni pada semester tiga dan lima.

Karena itu, ia memutuskan untuk mengambil kesempatan sejak awal, meski masih berada di semester tiga. Keputusan tersebut membawanya melaju hingga menjadi finalis tingkat universitas dan bersaing dengan mahasiswa tingkat atas.

Selain faktor pribadi, Anthony menilai lingkungan akademik turut berperan besar dalam pencapaiannya. Dukungan dari orang tua, dosen, mentor, serta inspirasi dari kakak tingkat menjadi pendorong penting dalam prosesnya.

Ia juga terinspirasi dari pesan seorang Mahasiswa Berprestasi Nasional 2024, David dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, yang berbunyi, “When you do something, you shoot for the moon. And even if you fall, you will land among the stars.”

“Pesan itu menguatkan prinsip saya untuk tidak sekadar hadir, tetapi benar-benar all out dan memaksimalkan setiap kesempatan,” tuturnya.

Dalam menjelaskan risetnya kepada masyarakat, Anthony mengibaratkan sistem yang ia kembangkan seperti dokter yang memberikan diagnosis berbeda kepada setiap pasien. Dengan pendekatan serupa, sistem tersebut menggunakan data untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik tiap guru, kemudian memberikan solusi yang sesuai.

Ia juga menekankan pentingnya mengolah data menjadi narasi yang mudah dipahami, misalnya melalui visualisasi dan contoh nyata di lapangan.

“Data bukan sekadar angka, tetapi representasi dari kebutuhan manusia,” katanya.

Dalam kesehariannya, Anthony menerapkan manajemen waktu berbasis prioritas dan energi. Ia menyeimbangkan kegiatan akademik, riset, pengembangan diri, serta istirahat.

“Saya tidak mencari waktu luang, tetapi menciptakan waktu prioritas,” ujarnya.

Kepada mahasiswa lain, Anthony berpesan agar tidak menunggu waktu yang dianggap sempurna untuk memulai. Menurutnya, proses mencoba justru menjadi kunci pembentukan diri.

“Prestasi bukan soal siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling konsisten berstrategi, berkolaborasi, dan membawa ilmunya menjadi dampak nyata,” ucapnya.

Anthony juga membuka peluang diskusi dan kolaborasi dengan mahasiswa lain. Ia berharap dapat terus menjaga konsistensi dalam berprestasi serta meraih pencapaian yang lebih tinggi di masa mendatang.