Kunjungi Malang, Menteri Pertanian Lihat Kualitas Kubis Ekspor

ReportaseMalang – Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor komoditas pertanian berupa sayuran kubis sebanyak empat kontainer ke Negara Taiwan. Masing-masing kontainer berisikan 25 ton kubis dengan harga mencapai 4 ribu per kilogram. Beliau menilai, inilah yang disebut sebagai akselerasi pertanian. Dimana konsumsi nasional mampu meningkatkan ketahanan pangan sekaligus punya nilai ekspor dan diminati oleh masyarakat di seluruh dunia. Kedatangan Mentan disambut hangat Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Wahyu Hidayat, M.M.

Mentan mengatakan, tahun ini permintaan eskpor sayuran Indonesia mencapai kurang lebih 230 kontainer. Bahkan diprediksi jumlah tersebut akan terus meningkat hingga 300 kontainer. Tahun lalu ekspor sayuran dan buah-buahan kurang lebih 6 triliun. Kalau begitu, bisnis yang pasti menjanjikan dan mampu menghidupkan rakyat adalah pertanian yang semakin kuat dan semakin akseleratif. Pelepasan ekspor yang dilakukan ini sesuai dengan perintah dan arahan Presiden RI Joko Widodo, dimana pemulihan ekonomi menjadi prioritas di tengah pandemi Covid 19 yang masih terjadi di seluruh dunia. Sehingga, kata beliau, presiden pun selalu mau melihat agar akselerasi ekonomi yang real dan bisa memberikan efek pendapat bagi rakyat.

”Itulah yang perlu didorong. Harapannya, semua elemen bangsa mendorong sektor pertanian untuk terus bekerja dan berproduksi. Selain itu kualitas pertanian Indonesia juga harus terus ditingkatkan lebih tinggi lagi supaya mampu bersaing dengan produk luar negeri. Ekonomi dunia lemah untuk satu atau dua tahun ke depan, tetapi yang tidak pernah melemah adalah pertanian, karena untuk keperluan pangan tidak bisa ditunda. Kalau begitu bisnis Pertanian tetap terbuka. Pertanian hanya gagal kalau managmennya tidak baik,” jelasnya saat memberikan arahan. 

Dalam kunjungan ke wilayah Kabupaten Malang, Mentan juga meninjau lokasi pembibitan dan pengembangan buah Alpukat Pameling di Desa Wonorojo, Kecamatan Lawang. Serta, mampir ke pembibitan padi jenis Brang Biji, di Desa Sumberarum, Kecamatan Singosari. Beliau memuji upaya mendorong pengembangan bibit unggul di Kabupaten Malang dan memiliki potensi besar dalam mengembangkan budidaya buah dan aneka tanaman hortikultura. Kehadirannya juga untuk memastikan program-program yang ada di Malang akan terus didorong demi menghadirkan bibit-bibit yang unggul dan berkualitas. Diakuinya, Kabupaten Malang sejak lama sudah dikenal memiliki kemampuan expert dalam bidang pembibitan hasil dari kolaborasi kinerja Gapoktan dan pemerintah daerah berlangsung dengan baik.

”Hari ini saya juga menyaksikan ada bibit alpukat kita yang dikembangkan dengan cukup apik dan saya yakin ini akan menjadi kontribusi sumbangsih hadirnya alpukat-alpukat kualitas tinggi di negara Indonesia. Oleh karena itu, saya mengapresiasi kinerja Bupati Malang yang menyiapkan sarana prasarana produksi pertanian secara lengkap, sehingga kelompok tani mampu termotivasi melakukan inovasi yang dapat menjadi andalan nasional. Penanganan Bupati di Malang ini luar biasa dan kelihatannya kalau kepala daerah mendorong seperti ini, kelompok tani akan bisa berkembang serta kualitas tanaman-tanaman kita bisa lebih baik,” katanya yang juga di depan Kelompok Tani Karya Makmur Gapoktan Nakula, di Lawang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *