Anggota MPR Gus Ali Ahmad: Merawat Kebhinekaan Kunci Kemajuan Bangsa

ReportaseMalang – Merawat kebinekaan merupakan kunci menjadi jaminan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurut anggota MPR RI Ali Ahmad, konsepsi merawat kebinekaan adalah wujud pengakuan dan sekaligus penghormatan terhadap adanya heterogenitas dalam berbagai aspek kebangsaan.

“Konsepsi kebinekaan mengamanatkan pengakuan terhadap keberagaman dalam kerangka mencari titik temu atau titik persetujuan. Di mana dalam prosesnya harus menjunjung tinggi kepentingan bersama, menegakkan toleransi dan menghormati perbedaan, serta mengedepankan semangat musyawarah untuk mufakat,” ujar Ali Ahmad, Selasa (16/03/2021).

Pria yang akrab disapa Gus Ali ini menuturkan MPR sebagai rumah kebangsaan harus menjembatani berbagai arus perubahan, pemikiran, dan beragam aspirasi rakyat. Di dalam rumah kebangsaan, segala perbedaan pendapat didengarkan dan dihormati, sehingga, pada akhirnya disatukan melalui musyawarah mufakat.

“Dengan konsepsi ini, MPR mendorong perubahan paradigma dan perspektif dalam memaknai kemajemukan. Keberagaman bukanlah perbedaan yang memisahkan, melainkan kekayaan yang menyatukan,” imbuhnya saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dihadapan pengurus dan kader Fatayat NU Kota Batu.

Gus Ali Ahmad bersama Fatayat NU Kota Batu

Selain itu, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Malang Raya ini menuturkan sebagai pengawal ideologi Pancasila, MPR merupakan lembaga yang akan selalu menjaga kelestarian Pancasila. Selain itu, MPR juga mengemban tugas memasyarakatkan nilai-nilai Pancasila sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD.

“Sebagai konsensus nasional yang telah menyatukan beragam entitas budaya, suku, agama, dan golongan, Pancasila adalah kunci eksistensi bangsa Indonesia yang tetap bersatu meskipun menghadapi berbagai tantangan kebangsaan dan dinamika zaman,” pungkas legislator PKB ini.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Purnama Kota Batu ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus Fatayat Kota Batu mulai dari tingkat Kota, Kecamatan hingga ranting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *